Menu

Mode Gelap
Minggu, 3 Mei 2026 | 08:45 WIB

Depok

Gian Tandjung: Pertahankan Seni dan Budaya Asli Depok

badge-check


					Gian Tandjung pemuda Abadijaya Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. (FOTO : Harian Sederhana) Perbesar

Gian Tandjung pemuda Abadijaya Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. (FOTO : Harian Sederhana)

Harian Sederhana, Sukmajaya – Tak hanya kayu dan batu saja yang bisa dijadikan sebagai bahan yang bisa dibuat kerajinan pahat dan ukir. Bahkan, batu bata ringan atau habel pun juga bisa dijadikan untuk menuangkan kreativitas di bidang seni.

Seperti yang dilakukan oleh Gian Tandjung pemuda Abadijaya Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Di tangannya, habel tersebut bisa disulapnya menjadi barang kreatif yang unik.

Sebelumnya, GT panggilan akrabnya mulai memahat batu ringan pada awal tahun 2019 lalu. Dia terus berfikir keras untuk menuangkan kemampuan bidang seni dan budaya yang dimilikinya.

Kemudian, melihat banyaknya limbah berupa bata putih atau habel yang tak terpakai di sanggar binaannya bernama SSBR di wilayah Kelurahan Abadijaya, ia mulai mencoba membuat seni ukir tari topeng dari media habel tersebut.

“Awalnya saya melihat ada hebel bekas terbuang percuma, kemudian saya tuangkan jadi penari topeng yang merupakan seni dan budaya asli Depok,” ujar GT kepada Harian Sederhana, Senin (20/5/2019).

Alasannya membuat ukiran penari topeng ini, sebagai upaya ajakan kepada masyarakat agar ikut menjaga, mempertahankan dan mengenalkan budaya kesenian tari topeng Depok. Pasalnya, upaya melestarikan dan mengenalkan kesenian dan budaya sangat penting.

“Niat pertama saya buat ukiran penari topeng ini untuk mempertahankan dan mengenalkan budaya dan kesenian milik Kota Depok. Ya, salah satunya kesenian tari topeng Depok,” ujar pria yang juga ketua pengurus Karang Taruna Abadijaya Kecamatan Sukmajaya Depok ini.

Ia menuturkan bahwa dalam proses pengerjaan pembuatan kerajinan untuk satu ukiran tersebut, dapat diselesaikan dalam waktu empat jam. Adapun, kendala masalah tenaga pun ia rasakan. Sebab, ia mengerjakannya ukiran itu hanya seorang diri.

Ia pun berharap, nantinya akan ada generasi muda – mudi yang akan meneruskan kerajinan batu ringan seperti yang ia buat saat ini, khususnya pemuda Kota Depok sebagai generasi penerus bangsa. Karenanya, diharapkan kerajinan ini bisa disahkan untuk dijadikan plakat atau icon Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

“Selain seni dan budaya ukiran ini bisa menjadi magnet buat kaum pemuda-pemudi yang memiliki bakat seni.di Kota Depok. Juga, diharapkan bisa menjadi plakat dan salah satu ikon Kota Depok,” harapnya.

(*)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok