Menu

Mode Gelap
Minggu, 3 Mei 2026 | 12:19 WIB

Depok

Produksi Sampah Lebaran Capai Ribuan Ton

badge-check


					Sebuah alat berat tengah mengangkat sampah ke dump truk. (FOTO : Aji Hendro/Harian Sederhana) Perbesar

Sebuah alat berat tengah mengangkat sampah ke dump truk. (FOTO : Aji Hendro/Harian Sederhana)

Harian Sederhana, Beji –  Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Iyay Gumilar, mengungkapkan, sejak malam takbiran hingga Lebaran hari kedua, produksi sampah di wilayahnya terus menurun. Saat malam takbiran volume sampahnya 1.100 ton, Lebaran hari pertama 800 ton, dan hari kedua hingga siang 500 ton.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagian warga Depok juga melakukan tradisi mudik untuk merayakan Lebaran di kampung halaman, sehingga produksi sampah di Depok turut berkurang.

Peningkatan produksi sampah, kata dia, justru terjadi saat Bulan Ramadan, di mana total sampah yang dikumpulkan rata-rata mencapai 1.500 ton per hari.

“Volume sampah meningkat saat Ramadan antara lain terjadi di pusat perbelanjaan dan restoran, di mana masyarakat memesan makanan terlalu banyak, namun tidak sanggup menghabiskannya”katanya saat ditemui di UPS Beji pada Selasa (11/6/2019).

Produksi sampah selama puasa dan Hari Raya Lebaran dari tahun ke tahun memang selalu meningkat dibanding hari biasa.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Cipayung, Ardan Kurniawan kepada wartawan mengatakan kenaikan volume sampah selama puasa bahkan mencapai 200 ton.

“Sekarang ini kami mencatat tiap hari sampah yang dibuang sebanyak 1.011 ton. Biasanya sampah yang dibuang di TPA sekitar 850-900 ton sampah perhari,” kataya.

Pihaknya sudah memprediksi sampah akan bertambah menjelang lebaran dan pasca lebaran. Namun pihaknya mengaku tidak ada persiapan khusus selama Ramadan hanya melayani pengangkutan sampah dari warga Depok untuk dibuang ke TPA ini.

“Tetap kami terus menerima sampah dan menata sampah itu sebisa mungkin. Karena kondisi TPA Cipayung sudah overload atau sudah melebihi kapasitas,” tambahnya.

Saat ini  kata dia ketinggian sampah sudah mencapai 23 meter dari permukaan tanah di tahun ini di tiga kolam yang ada di TPA Cipayung.  Melihat kondisi itu pihaknya terus upayakan semaksimal mungkin untuk menata di area yang memungkinkan untuk pembuangan sampah.

“Kalau ideal ketinggian TPA yah 20 meter, kita usahankan  ratakan ke area yang memungkingkan untuk membuang sampah,” ucapnya.

Ardan berharap, warga Depok untuk bisa memilah sampah organik dan non organik, sehingga beban TPA Cipayung ringan.

Jadi, kata dia kalau warga Depok  memilah sampah dan diolah di TPS dan bank sampah yang sudah disiapkan  Pemerintah Kota Depok sampah yang dibuang ke TPA hanya sampah residu.  Memilih dan memilah sampah bisa berkurang sampah ke TPA Cipayung 200-300 ton.

(*)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok