Menu

Mode Gelap
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Depok

Karut Marut PPDB 2019, Hari Pertama Nyaris Ricuh

badge-check


					Di sejumlah sekolah, para orangtua dan calon peserta PPDB bahkan rela mengantri sejak Senin (17/6/2019) dini hari. Perbesar

Di sejumlah sekolah, para orangtua dan calon peserta PPDB bahkan rela mengantri sejak Senin (17/6/2019) dini hari.

Harian Sederhana, Depok – Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB pada hari pertama pembukaan nyaris diwarna kericuhan lantaran diserbu peserta. Di sejumlah sekolah, para orangtua dan calon peserta PPDB bahkan rela mengantri sejak Senin (17/6/2019) dini hari.

Dari pantauan Harian Sederhana, sejumlah Sekolah Menegah Atas atau SMA Negeri favorit yang disesaki para peserta PPDB diantaranya di SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 5. Sebagian besar orangtua bahkan rela datang sejak sekira pukul 02:00 WIB.

Yuke, salah satu orang tua murid mengaku dirinya rela berdesak-desakan sejak pagi lantaran takut tidak kebagian nomor antrian. Alhasil, hari pertama dibukanya PPDB ini pun membuat orang tua saling dorong lantaran membludaknya jumlah pendaftar.

“Iya, tadi pagi penuh sesak saya sampai kegencet di depan gerbang. Untung ditolong penjaga dan diarahkan masuk kesini,” tutur Yuke saat ditemui di SMAN 1 Depok.

Selain khawatir tidak kebagian nomor antrian, alasan lain para orangtua datang lebih awal lantaran sistem pendaftaran online sulit untuk diakses.

“Saya enggak ngerti eror atau kenapa, dari semalem muter-muter saja webnya. Namanya kita orang tua, pengen anaknya cepat beres mendaftar dan diterima,” kata Yuke.

Bukan hanya Yuke, hal serupa juga dialami Erni yang ingin menyekolahkan anaknya di SMAN 1 Depok. Erni mengaku, tidak hanya sendiri yang sudah berada di SMA 01 Depok sejak pagi, tapi banyak orang tua siswa sudah berada di sekolahan ini.

Memilih SMAN 01 Depok Erni mengaku, karena sekolah ini pertama favorit dan Nilai Evaluasi Murni atau NEM anak perempuanya juga besar dan bisa bersaing dengan anak lainya.

“Bukan itu saja, jarak rumah sama sekolah juga tidak terlalu dekat. Mudah-mudahan bisa diterima,” kata dia berharap.

Usut punya usut, penyebab membludaknya jumlah peserta ternyata semakin diperparah dengan beredarnya informasi bohong alias hoaks yang menyebutkan penerimaan PPDB zonasi berdasarkan nomor urut antrian. Hal itu diakui Ketua PPDB SMAN 1 Depok, Subejo.

Dirinya pun mengatakan, antusiasme masyarakat untuk masuk SMAN 1 Depok ini diluar dugaan. “Jadi ada yang menginfokan zonasi itu siapa yang datang cepat dia yang duluan. Sebenernya ini (PPDB) berdasarkan jarak ya,” katanya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Klinik Ismail Medika Depok Buka Layanan Vaksinasi Internasional: Harganya Terjangkau

23 Juli 2026 - 13:42 WIB

Luncurkan Program SIGAP JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Universitas Indonesia Tingkatkan Literasi Masyarakat

27 Juni 2026 - 22:08 WIB

MBG Menuai Polemik, Begini Kata Pemerhati Perempuan dan Anak

19 Juni 2026 - 20:04 WIB

PT Karabha Digdaya dan IJTI Depok Gelar Innovation Challenge Penanganan Sampah

20 Mei 2026 - 13:33 WIB

Begini Tanggapan PT Immortal Cosmedika Indonesia Terkait Demo Serikat Pekerja di Depok

20 Mei 2026 - 00:25 WIB

Trending di Depok