Menu

Mode Gelap
Minggu, 3 Mei 2026 | 09:34 WIB

Depok

Lapangan Sanca, Saksi Bisu Tawuran Berimbas Polisi Tembak Polisi

badge-check


					Lapangan Sanca, Saksi Bisu Tawuran Berimbas Polisi Tembak Polisi. Perbesar

Lapangan Sanca, Saksi Bisu Tawuran Berimbas Polisi Tembak Polisi.

Harian Sederhana, Depok – Lapangan Sanca di Jalan Bhakti ABRI, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos menjadi saksi bisu peristiwa yang berujung tewasnya Bripka Rachmat Effendy dalam usia 41 tahun, Kamis (25/7/2019) malam.

Anggota Ditlantas Polda Metro Jaya itu tewas ditembak Brigadir Rangga Tianto (32), anggota Ditpolairud Baharkam Polri. Di depan tanah lapang seukuran satu lapangan sepak bola itulah pecah tawuran antara pemuda warga Sukamaju Baru dengan pemuda Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kamis malam kira-kira pukul 19.30 WIB.

“Tawurannya habis Isya,” ungkap Saman, seorang warga kepada Harian Sederhana, di Lapangan Sanca.

Pemuda berinisial FZ yang dibekuk Bripka Rachmat dan digiringnya ke markas Polsek Cimanggis adalah warga Jatijajar. “Jadi posisinya dia (FZ) sama teman-temannya yang nyamperin kesini, nyerang anak-anak sini,” jelas Saman.

Berdasarkan penelusuran, jarak kediaman FZ (juga Brigadir Rangga) ke Lapangan Sanca sekitar 2,6 kilometer. Sedangkan Bripka Rachmat adalah warga sekitar yang jarak rumahnya ke Lapangan Sanca tak sampai satu kilometer.

Di luar tugasnya sebagai personel Ditlantas, Bripka Rachmat juga Ketua Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) Sub Sektor Sukamaju Baru.

Saman, yang tinggal tak jauh dari Lapangan Sanca, mengaku sempat mendengar ada rame-rame dan banyak warga berteriak ‘tawuran’. Akan tetapi, saat menghampiri lapangan yang kerap dijadikan tempat main bola dan belajar stir mobil itu, dia tidak sempat melihat bentrok fisik antarpemuda.

“Pas saya datang udah bubar. Cuma denger ada bocah yang dibawa ke Polsek karena bawa barang (senjata tajam-red). Warga sih masih rame,” tuturnya.

“Menurut warga memang sempat bentrok, tapi enggak lama karena langsung dibubarin. Puluhan orang mah ada (yang tawuran),” lanjut Saman.

Dari Lapangan Sanca, Bripka Rachmat membawa FZ menuju Mapolsek Cimanggis di Jalan Raya Bogor, sejauh kira-kira dua kilometer.

Belakangan, ayah FZ berinisial Z (46) dan Brigadir Rangga, yang belakangan ternyata paman FZ, datang ke Polsek Cimanggis meminta agar FZ dibebaskan.

Karena Bripka Rachmat menolak, Brigadir Rangga mengeluarkan senapan HS-9 miliknya dan memberondong peluru ke arah Bripka Rachmat hingga nama terakhir tewas seketika.

Tragedi Berdarah Terjadi

Seorang anggota Polri tewas dengan kondisi mengenaskan akibat diduga ditembak oleh rekan seprofesinya sendiri di Polsek Cimanggis, Kota Depok pada Kamis malam, 25 Juli 2019 malam. Peristiwa berdarah itu menjadi catatan kelam tragedi Korps Tribrata di kota ini.

Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa mengerikan itu terjadi di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) sekira pukul 20:50 WIB.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok