Menu

Mode Gelap
Minggu, 3 Mei 2026 | 15:33 WIB

Depok

Pelebaran Jalan, Depok Ajukan 7 Triliun

badge-check


					Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna. Perbesar

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna.

Harian Sederhana, Depok – Setelah merencanakan konsep penataan Joyfull Traffic Management (JoTram) untuk mengatasi kemacetan di Jalan Margonda, Pemerintah Kota Depok mengajukan dana besar ke Pemerintah Pusat untuk beberapa pelebaran ruas jalan yang sering mengalami kemacetan di kota tersebut.

“Sudah diajukan anggaran melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda ) Depok pada 2017 ke pusat. Untuk pelebaran beberapa ruas jalan baik milik pemerintah pusat, provinsi Jawa Barat, dan pemkot,” kata Pradi.

Pengajuan pelebaran beberapa ruas jalan menurut Pradi, cukup besar. Ia menyebutkan dana anggaran untuk perluasan yakni pembebasan lahannya ditotal sebesar Rp 7 triliun.

“Termasuk pelebaran Jalan Raya Sawangan yang kerap macet, Jalan Dewi Sartika sampai Jembatan Serong, Kecamatan Cipayung dan Jalan Juanda sampai ke wilayah Kukusan, Kecamatan Beji,” tutur Pradi.

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, pemerintah kota terus melakukan komunikasi yang baik oleh Pemerintah Pusat.

Tidak hanya itu, besaran anggaran yang diajukan Pemerintah Kota Depok untuk pelebaran jalan itu kata Pradi, sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo saat berada di Kota Depok.

“Sempat satu mobil dengan Presiden Joko Widodo menyelusuri jalan Sawangan terutama. Dan itu saya sampaikan ke Presiden bahwa Depok perlu bantuan perlebaran jalan karena jalan di Depok ini unik,” kata Pradi.

“Anggaran yang diajukan kami ke pusat sebesar Rp 7 Triliun, untuk beberapa jalan untuk pelebaran. Khusus Jalan Raya Sawangan, kajian kita kurang lebih Rp 1,8 triliun untuk pembebasan lahannya saja. Makanya kita intens komunikasi baik ke Pemerintah, Insya Allah terealisasi,” jelas Pradi.

Sebelumnya, Jalan Margonda saat ini tengah disiasati Pemerintah Kota Depok Jawa Barat dengan menjalankan konsep penataan yang dinamakan Joyfull Traffic Management (JoTram).

Konsep JoTram tersebut merupakan gabungan dari berbagai program manajemen lalu lintas.

Mulai penyediaan area parkir khusus kendaraan bermotor, penyampaian pesan-pesan untuk menaati rambu-rambu lalu lintas di beberapa persimpangan atau lampu lalu lintas (traffic light), jalur berlawanan arah (contra flow), kanalisasi jalur cepat-lambat, penataan ojek daring, pembangunan underpass dan beberapa program lain.

“Kita akan mulai uji coba nanti, di atas tanggal 20 Agustus sudah bisa terpasang (lagu Tiblantas) dan termasuk juga program-program lalu lintas yang lain, seperti contra flow (di Jalan) Arif Rahman Hakim,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris di Balai Kota. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok