Menu

Mode Gelap
Minggu, 22 Maret 2026 | 21:12 WIB

Sukabumi

Puluhan Mahasiswa Geruduk Balai Kota, Berikan Kartu Kuning Kepada Walikota

badge-check


					Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam, himpunan PMII. Sukabumi, geruduk gedung Pemerintah Kota Sukabumi. Perbesar

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam, himpunan PMII. Sukabumi, geruduk gedung Pemerintah Kota Sukabumi.

Harian Sederhana, Kota Sukabumi – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam, himpunan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Cabang Kota Sukabumi, geruduk gedung Pemerintah Kota Sukabumi, Senin,(2/9) Siang.

Informasi yang di himpun, puluhan mahasiswa berbondong – bondong mendatangi Pemkot Sukabumi kurang lebih, sekitar pukul 13.30 WIB, Kedatangannya untuk menyampaikan tuntutan kepada Pemkot Sukabumi. Selain itu puluhan mahasiswa tersebut berkesempatan memberikan kartu kuning kepada Walikota Sukabumi yakni Achmad Fahmi.

“Kita tadi sepakat seluruh jajaran mahasiswa, untuk memberikan kartu kuning, itu bagian dari pada kegagalan Walikota Sukabumi Achmad Fahmi,” ujar Ketua PMII, Isep Ucu Agustina usai melakukan aksi.

Tidak hanya memberikan kartu kuning, dalam aksi unjuk rasa itu, puluhan mahasiswa memberikan tuntutan kepada Pemkot, salahsatunya terkait penyedia fasilitas kesehatan hingga masalah Pendidikan di wilayah Kota Sukabumi.

“ada 3 isu yang pertama soal pendidikan persoalan ekonomi kesehatan itu yang menjadi titik pokus kami,” imbuhnha

Dalam tuntutan nya itu misalnya, Terkait soal pendidikan di Kota Sukabumi sendiri terdapat sekolah pokasi yang sampai hari ini masih rawa-rawa belum terlihat jelas program nya seperti apa.

Selain itu terkait persoalan Program Sukabumi kece, yang di gagas oleh Wakil Walikota Sukabumi, hingga kini masih belum jelas.

Pasalnya kata dia, hingga kini di tiap Kecamatan masih belum ada yang lolos, padahal menurutnya di tiap Kecamatan tersebut sudah melaksanakan pelatihan.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemerintah juga harus memperbaiki fasilitas kesehatan yang berada di Kota Sukabumi misalnya pukesmas yang buka hingga malam hari.

Selain itu optimisasi pemerintah terkait kesehatan di setiap Kecamatan harus tetap berlanjut,tapi menurutnya sampai sejauh ini optimisasi tersebut tidak ada.

“Harapan kami dari pergerakan mahasiswa tolong sebelum jatuh tempo pada tanggal 20 sepetember karena itu bagian daripada 1 tahun kepemimpinan pak Achmad Fahmi, kita mengingatkan terlebih dahulu,” imbunya

Sementara Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengaku sangat mengapresiasi langkah-langkah atau unjuk rasa yang di lakukan oleh para mahasiswa tersebut.

“Terimakasih mahasiswa mungkin sekarang ingin mengingatkan 1 tahun perjalanan Pemerintah, kami terima dengan baik,tadi juga mereka menunjukan kartu kuning silahkan itu hak mahasiswa,” tuturnya

Lebih jauh fahmi mengatakan, ia menangkis data-data tuntutan yang di layangkan para mahasiswa saat melakukan aksi unjukrasa di halaman gedung Pemkot tersebut, pasalnya data itu tidak sesuai pakta yang berada di lapangan.

“Tadinya lucu karena data data yang mereka sampaikan ,enggak bener atau dalam artian tidak sesuai dengan pakta di lapangan,” jelasnya.

Terkait kesehatan lanjut dia, pihaknya sudah ada beberapa pukesmas yang menjadi klinik sore misalnya Pukesmas Baros Selabatu Sukabumi.

“Di pukesmas itu memberi pelayanan yang cukup efisian, karena buka dari jam 15.00 Wib sampai pukul 20.00 WIB,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Lembaga Survei KedaiKOPI Rilis Riset Soal Kriteria Pemimpin Ideal, Ini Hasilnya

12 Januari 2026 - 14:32 WIB

Kementerian Kebudayaan Gelar Apresiasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

18 Desember 2025 - 12:59 WIB

KPK Masih Usut Soal Penyaluran Dana CSR BI dan OJK

14 Desember 2025 - 14:12 WIB

Trending di Nasional