Menu

Mode Gelap
Sabtu, 2 Mei 2026 | 11:45 WIB

Depok

Abdimas FKM UI, Kampanyekan Sekolah Zero Waste di SDN Sukatani 6

badge-check


					UI Latih Kader Posyandu Sigap Pantau Gizi Anak. (Foto: Istimewa) Perbesar

UI Latih Kader Posyandu Sigap Pantau Gizi Anak. (Foto: Istimewa)

Harian Sederhana, Depok – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM UI) yang biasa disebut tim Abdimas menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memotivasi warga sekolah untuk mewujudkan predikat Sekolah Zero Waste di SDN Sukatani 6, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Ketua Tim Abdimas Haryoto Kusnoputranto kepada wartawan mengatakan kegiatan Pengmas merupakan rangkaian kegiatan terdiri dari penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik untuk meningkatkan keterampilan warga sekolah dalam mengelola sampah di sekolah.

Materi penyuluhan terdiri dari cara pemilahan sampah berdasarkan jenis, pengurangan sampah plastik, pemanfaatan sampah organik dan anorganik, serta dampak lingkungan dari pengelolaan sampah yang tidak tepat.

“Selain itu, tim kami Abdimas juga memberikan materi peningkatan keterampilan berupa pembuatan lubang bipori sampah sebagai upaya pemanfaatan sampah organik dan pembuatan vertical garden sebagai upaya pelestarian lingkungan sekolah,” katanya Senin (2/9).

Pada kegiatan ini, perwakilan Guru dan Siswa dilatih menjadi agen of change dan motivator untuk rekan sejawatnya dalam upaya implementasi program pengurangan sampah menuju Sekolah Zero Waste di sekolah secara berkesinambungan.

“Abdimas yang kami lakukan menggunakan metode yang berbeda untuk penyampaikan informasi kepada Guru dan Siswa,” ujarnya.

Untuk Guru Sekolah, Abdimas menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, sedangkan untuk siswa menggunakan metode belajar sambil bermain dengan instrumen ular tangga sebagai media penyuluhan. Murid-murid antusias menerima materi penyuluhan sambil bermain ular tangga. Tak khayal siswa aktif menimpali, bertanya, dan menjawab umpan-umpan informasi yang diberikan Abdimas.

Setelah materi penyuluhan selesai, Abdimas mengajak semua Guru dan Siswa ke taman sekolah untuk membuat lubang biopori sampah. Lubang biopori sampah merupakan upaya dalam pemanfaatan sampah organik agar sekolah terbebas dari timbulan sampah organik, seperti dedaunan dan sisa-sisa jajanan siswa.

Guru dan Siswa terlihat sangat bersemangat membuat lubang biopori dan mengisi lubang tersebut dengan sampah dedaunan yang ditemukan di sekitar taman.

Abdimas juga menyampaikan bahwa sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori sampah dapat dipanen sebagai kompos untuk menyuburkan tanaman setelah satu bulan. Rahmat salah satu siswa menambahkan, main ular tangganya seru.

“Terus aku juga menang main ular tangganya jadi dapat hadiah bibit tanaman deh,” ujarnya. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok