Menu

Mode Gelap
Selasa, 31 Maret 2026 | 12:26 WIB

Bekasi

Tata Kelola, Wali Kota Bekasi Berguru ke Kabupaten Magetan

badge-check


					Rahmat Effendi bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi mengunjungi Kabupaten Magetan untuk mempelajari penataan dan tata kelola sampah dan bank sampah. Perbesar

Rahmat Effendi bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi mengunjungi Kabupaten Magetan untuk mempelajari penataan dan tata kelola sampah dan bank sampah.

Harian Sederhana, Magetan – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana dan beberapa Camat di Kota Bekasi mengunjungi Kabupaten Magetan untuk mempelajari penataan dan tata kelola sampah dan bank sampah.

Romobongan diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan Bambang Tri Yanto dan memberikan kepada Wali Kota Bekasi yang rencananya berada di Magetan selama dua hari (5-6/09) itu melihat-lihat pengelolaan bank sampah yang dikenal Bank Sampah Sapu Jagad itu.

Wali Kota yang membawa Dinas Lingkungan Hidup dan beberapa camat se-Kota Bekasi dengan kendaraan bus ke Kabupaten Magetan, melihat juga proses pengelolaan sampah dan telah diterapkan di wilayah Magetan.

“Kapan-kapan saya akan main bersama Bupati Magetan melihat kondisi Kota Bekasi yang telah berkembang, kita akan juga mempelajari banyak hal pastinya dan akan terapkan juga di Kabupaten Magetan, terima kasih Wali Kota Bekasi dengan rombongan telah hadir jauh ke daerah kami,” ujar Sekda Kabupaten Magetan, Bambang Trianto.

Wali Kota Bekasi juga berterima kasih atas penerimaan yang luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Magetan.

“Hal luar biasa kita belajar mengenai Bank Sampah dan penataan sampah di Kota Bekasi, karena kami hampir tiap harinya menerima 17 ton sampah untuk dikelola, di TPST Bantar Gebang dan TPA Sumur Batu telah menggunung sampah yang harus benar-benar dikelola kembali dengan baik,” kata Wali Kota.

Direktur Bank Sampah Sapu Jagad, Yuli Bagus saat bertemu Wali Kota Bekasi, langsung menjelaskan proses memilah sampah, bank sampah ini menjadi wadah penampung yang dikelola barang-barang kerajinan yang memiliki nilai lebih untuk mendapatkan rupiah.

“Dari pihak Bank Sampah Sapu Jagad warga yang menyetorkan sampah kering dihitung per kilogramnya Rp 1.000 intinya mereka mengumpulkan untuk dikilokan di sini dan dibayar, juga sebagai sarana agar warga tidak membuang sampah sembarangan,” kata Yuli.

Dikatakannya, nasabah bank sampah bisa menukarkan hasil tabungan sampahnya mulai dari penukaran sembako ataupun bisa diuangkan, intinya dengan sampah bisa juga menghasilkan rupiah agar tidak menumpuk, disebutkan, bank sampah memiliki nilai jual hingga menjadi produk yang bisa dijual.

Dakam kesempatan itu, Wali Kota Bekasi menginstruksikan kepada camat yang ikut dan juga Dinas Lingkungan Hidup agar benar-benar mempelajari mengenai prosesnya, agar tak sia-sia sudah jauh-jauh ke daerah Magetan mempelajarinya.

Wali Kota juga mengharapkan agar bisa menerapkan proses bank sampah di Kota Bekasi, dan bergerak melalui bidang koordinator di tiap kecamatan, dan menerapkan di wilayah RW, agar mengerti bagaimana pengelolaannya, dan bisa menghasilkan kreatifitas dari hasil pilah sampah. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BRI BO Bekasi Siliwangi Berbagi Bingkisan Ramadan

10 Maret 2026 - 16:57 WIB

BRI BO Tambun Salurkan Bantuan Berupa Paket Sembako Untuk Korban Banjir

10 Maret 2026 - 16:48 WIB

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Lembaga Survei KedaiKOPI Rilis Riset Soal Kriteria Pemimpin Ideal, Ini Hasilnya

12 Januari 2026 - 14:32 WIB

Trending di Nasional