Menu

Mode Gelap
Selasa, 24 Maret 2026 | 06:17 WIB

Bogor

Libur Panjang, Kue dan Air Mata Masyarakat Puncak

badge-check


					Libur Panjang, Kue dan Air Mata Masyarakat Puncak Perbesar

Harian Sederhana, Bogor – Sebagian masyarakat Puncak seperti Ciawi, Megamendung dan Cisarua mulai menikmati ‘kue’ pariwisata jelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kebanyakan masyarakat yang menikmati ‘kue’ itu adalah para pedagang sekitar Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Mereka akan mendapat penglaris lebih dari apa yang dijajakkan, karena sebagian masyarakat Jabodetabek akan memadati kawasan yang memiliki udara dingin untuk berlibur.

Namun potret disebelahnya, ada sebagian masyarakat Puncak, yang menilai masa liburan apalagi liburan panjang seperti saat ini seperti masa-masa penderitaan.

Sebab, mata mereka akan disibukkan dengan pemandangan kemacetan lalu lintas yang tidak hanya terjadi di jalan utama, tetapi juga di jalan alternatif desa.

Mulyana, aktivis Puncak Ngahiji meminta ada solusi dari pemerintah dalam mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak.

Dia tak menginginkan lama perjalanan dari Cisarua menuju Ciawi ditempuh selama enam jam. Ini sempat tejadi pada libur panjang Lebaran.

“Saya minta ada solusi konkret baik dari Polres Bogor, Pemkab Bogor maupun pemerintah pusat agar kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak tidak terlalu padat,” kata Mulyana Jumat (20/12/2019).

Pengakuan itu mengacu pada pengalaman Mulyana saat libur panjang Idul Fitri beberapa waktu lalu, dimana perjalanan Cisarua-Ciawi memakan waktu tempuh lebih dari enam jam.

“Penggunaan waktu seperti itu sama seperti menempuh perjalanan Bogor-Pangandaran,” tuturnya.

Dia menuturkan, jalan alternatif juga mengalami kemacetan karena banyak bus dan truk berukuran besar masuk ke jalan-jalan kecil yang rata-rata lebarnya tidak lebih dari enam meter.

“Masa liburan adalah masanya penderitaan, karena jalan alternatif atau desa juga mengalami kemacetan lalu lintas. Kami berharap Sat Lantas Polres Bogor maupun Dinas Perhubungan mengambil tindakan tegas agar kami masih tetap bisa mengakses jalan baik itu ke Bogor, Jakarta ataupun Kabupaten Cianjur,” jelasnya.

Menanggapi keluhan masyarakatnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal yang ditemui usai reses di Kantor Kecamatan Cisarua menuturkan agar pemerintahan desa setempat menyerahkan status jalannnya ke Pemkab Bogor.

Politisi Partai Golkar ini melanjutkan, dengan peningkatan status itu maka Pemkab Bogor harus membebaskan lahan hingga lebar jalan sesuai standar

“Untuk menjawab kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak, maka saya sarankan agar jalan desa ditingkatkan menjadi jalan kabupaten. Selain itu, pemerintah desa juga harus pro-aktif ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk memohon bantuan keuangan,” tandas Wawan. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Lembaga Survei KedaiKOPI Rilis Riset Soal Kriteria Pemimpin Ideal, Ini Hasilnya

12 Januari 2026 - 14:32 WIB

BRI Bogor Dewi Sartika Salurkan 5.000 Paket Sembako: Semoga Bermanfaat

18 Desember 2025 - 13:03 WIB

Kementerian Kebudayaan Gelar Apresiasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

18 Desember 2025 - 12:59 WIB

Trending di Nasional