Menu

Mode Gelap
Minggu, 10 Mei 2026 | 03:11 WIB

Depok

11 Puskesmas Kota Depok Gelar Rapid Test

badge-check


					Wali Kota Depok, Mohammad Idris Perbesar

Wali Kota Depok, Mohammad Idris

Harian Sederhana, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga melaksanakan rapid test atau tes cepat corona (Covid-19) kepada orang dalam pemantauan (ODP), orang yang pernah berinteraksi dengan pasien dalam pengawasan (PDP), dan tenaga kesehatan yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bertugas menangani pasien.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris menuturkan, rapid test telah dilaksanakan di rumah sakit mulai Rabu, 25 Maret 2020 sampai dengan selesai.

“Rapid test juga dilakukan di 11 Puskesmas yaitu Puskesmas Depok Jaya, Beji, Abadijaya, Cilodong, Sukatani, Cinere, Pengasinan, Cipayung, Duren Seribu, Tugu dan Limo. Rapid test diperuntukan bagi PDP, islolasi mandiri, PDP dan tenaga kesehatan yang kontak langsung dengan pasien positif,” tutur Idris dalam siaran persnya, Kamis (26/03).

Idris menjelaskan teknis pelaksanaan rapid test yaitu dengan cara PDP dan ODP diundang atau diberitahukan oleh petugas Puskesmas. “Hari ini (kemarin-red) mulai dilaksanakan di Kecamatan Limo, besoknya (hari ini-red) akan dilaksanakan di 11 kecamatan yang ada di Kota Depok,” ujarnya.

Pemkot Depok menyiapkan logistik ringan bagi para warganya berupa sembako yang akan di distribusikan ke rumah warga selama 14 hari. Namun, sembako ini hanya untuk warga yang berstatus ODP dan PDP yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

“Nantinya logistik ini akan diberikan selama 14 hari dan dikirim oleh petugas Gugus Tugas bekerjasama dengan Lurah, Rw, dan RT setempat atau Satgas Kampung Siaga Covid-19 bagi yang sudah terbentuk,” ujarnya.

Sementara bagi guru honorer, Idris mengatakan pihaknya akan tetap membayarkan honor tersebut meski saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA dipindahkan ke rumah.

“Hal yang terkait dengan guru honorer yang ada di SD, SMP, dan SMA tetap dibayarkan (honor), yang lainnya seperti Dana BOS, BU Paud tetap berjalan seperti biasa,” kata Idris.

Sementara itu data kasus perkembangan penanganan Covid-19 Kota Depok sampai saat ini terdapat 20 orang terkonfirmasi positif corona dengan total kesembuhan 4 orang, sedangkan satu orang meninggal dunia.

Jumlah PDP sendiri sebanyak 175 orang yang mana 162 diantaranya masih berstatus pemantauan sedangkan 13 lainnya dinyatakan selesai. Sedangkan ODP berjumlah 649 orang, 187 dinyatakan selesai, 462 lainnya masih dalam pemantauan.

Untuk sembilan PDP yang meninggal dunia, orang nomor satu di Kota Depok ini mengaku dirinya belum berani mengambil kesimpulan terkait sembilan orang PDP yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona.

“Perlu saya luruskan, untuk sembilan orang PDP yang meninggal belum bisa dipastikan positif atau negatif virus corona,” ujarnya.

Hal itu, kata Idris, dikarenakan harus menunggu hasil PCR yang datanya hanya bisa dikeluarkan oleh Public Health Emergency of Rating Center yang ada di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Data ini yang kita sampaikan ke publik untuk ekstra waspada akan bahaya penyebaran Covid-19 saat ini,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok