Menu

Mode Gelap
Minggu, 3 Mei 2026 | 11:31 WIB

Depok

Hardiono : Meninggal Lantaran Wabah Adalah Mati Syahid

badge-check


					Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono Perbesar

Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono

Harian Sederhana, Depok – Adanya penolakan warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan terkait prosesi penguburan jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bedahan membuat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Hardiono angkat bicara.

Hardiono menilai apa yang dilakukan masyarakat sekitar TPU Bedahan berlebihan. Dia juga meminta masyarakat tetap mengedepankan empati dalam menerima kebijakan yang telah ditetapkan.

Hardiono meminta masyarakat agar memiliki empati terhadap apa yang terjadi, karena bagaiamanapun jenazah adalah korban yang tidak boleh mendapat perlakuan seperti itu.

“Yang perlu diperhatikan, secara kaidah agama, orang yang meninggal karena penyakit menular karena (tha’un) itu nilainya sama dengan mati syahid,” kata Hardiono kepada Harian Sederhana, Selasa (31/03).

Selain kaidah agama, lanjut Hardiono, ada kaidah lanjutan yaitu kaidah medis. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.

“Kaidah medis yaitu selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), artinya kaidah medis seperti jarak sosial harus dijaga, semua harus serba bersih, jangan sampai juga kita tertular,” tuturnya.

Seperti diketahui, pada Senin (30/3) pagi sejumlah masyarakat Bedahan, Kecamatan Sawangan mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok agar tidak lagi menguburkan jenasah terkonfirmasi positif Covid-19 di TPU yang ada di kawasannya.

Mereka mendatangi pemakaman dan meminta agar tidak ada lagi penambahan penguburan bagi jenasah terkonfirmasi Covid-19 di wilayahnya.

Alasan mereka menolak adanya prosesi penguburan jenasah terkonfirmasi positif karena beberapa hal, diantaranya tidak adanya sosialisasi yang dilakukan pemerintah kepada mereka. Selain masalah kekhawatiran takut akan tertular virus yang lebih terkenal dengan nama corona itu.

Bagus, salah satu warga sekitar TPU mengatakan, penolakan terjadi lantaran masyarakat menilai pemerintah mengabaikan keselamatan warga sekitar dengan tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

Bagus bahkan mengatakan dia dan warganya akan melakukan suatu aksi akibat kurangnya sosialisasi yang dilakukan pihak pemerintah, khususnya pihak Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan.

“Kami akan portal jalan menuju TPU ini, kami merasa kecolongan dengan adanya pemakaman terkonfirmasi Covid-19 ini pak,” kata Bagus di TPU Bedahan, Senin (30/03).

Bagus menilai apa yang akan dilakukan masyarakat adalah upaya penyelamatan psikis warga, khususnya warga yang rumahnya dilintasi mobil pembawa jenazah terkonfirmasi Covid-19.

“Ini masalah psikologis warga, masyarakat banyak yang sudah ketakutan, bahkan sudah banyak yang menangis melihat adanya hal ini,” tutur Bagus.

Bagus yang juga datang bersama puluhan warga lainnya mendesak agar Pemkot Depok segera mengeluarkan kebijakan terkait prosesi pemakaman bagi warga yang meninggal disebabkan terpapar Covid-19. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok