Menu

Mode Gelap
Senin, 2 Februari 2026 | 09:34 WIB

Depok

Jelang Lebaran, KOOD Pertahankan Tradisi Andil

badge-check


					Ketua Dewan Pembina KOOD, Pradi Supriatna (kanan), memberikan paket daging andil kepada Ketua Dewan Sepuh KOOD Kyai Syihabuddin Ahmad, di halaman Saung K3D, Jl Margonda, Kamis (21/5/2020). Perbesar

Ketua Dewan Pembina KOOD, Pradi Supriatna (kanan), memberikan paket daging andil kepada Ketua Dewan Sepuh KOOD Kyai Syihabuddin Ahmad, di halaman Saung K3D, Jl Margonda, Kamis (21/5/2020).

Harian Sederhana, Depok – Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) ngeriung bereng. Berkumpulnya warga Depok terkait dengan andil (patungan, red) kerbau untuk dipotong dan dagingnya dibagi rata.

Tradisi penyembilahan hewan yang dibeli secara patungan ini dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijiriah.

Menurut H. Dahlan, Ketua KOOD, andil setiap menjelang Idul Fitri bagian dari tradisi orang betawi Depok di mana melakukan kegiatan membeli kerbau secara patungan untuk disembelih.

Daging kerbau, kata Dahlan, merupakan ciri khas dalam andil. Berbeda dengan daging sapi di pasaran jauh lebih banyak dan harganya lebih murah. “Jika daging sapi Rp135 ribu, daging kerbau sekitar Rp150 ribu,” ujarnya kepada Harian Sederhana pada Kamis (21/5).

Patungan daging kerbau seperti sekarang ini, dikatakan Dahlan, sudah sangat langka, karena orang lebih memilih beli jadi, ketimbang patuangan, sehingga tidak repot. Melalui KOOD tradisi andil ini dipertahankan agar tetap lestari.

Patungan membeli daging kerbau saat ini, ditambahkannya, sebayak 50 orang, dengan patungan Rp1000.000 per orang, sehingga bisa untuk membeli dua ekor kerbau.

Penyembilan dan pembagian daging dilakukan semua warga KOOD. Dengan pembagian daging, iga, jeroan, dan tulang secara merata. “Kulitnya pun kita dapat,” ucapnya.

Nina Suzana, Sekretariat Umum KOOD mengatakan, tradisi andil yang dilakukan pada dasarnya sama dilakukan orang dahulu, namun seiring dengan waktu bahwa tradisi itu sudah terkikis.

Untuk itu, melalui KOOD yang ingin membangun budaya dengan misi organisasinya yaitu seni, budaya dan rasa maka tradisi ini dipertahankan. “Mudah-mudahan lewat KOOD, tradisi tempo dulu yang sudah terkikis bisa dibangkitkan dan dipertahankan hingga akhirnya lestari,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Keluhkan Depok Tidak Berstatus UHC, Ketua Komisi D DPRD Beri Penjelasan Ini

30 Januari 2026 - 04:39 WIB

Deny Kartika Anggota DPRD Kota Depok Minta Pemkot Cek Jalan di Serua

21 Januari 2026 - 16:45 WIB

Ambulans Aspirasi DPRD Kota Depok Tajudin Tabri untuk Warga Krukut

19 Januari 2026 - 18:52 WIB

Dindin Saprudin Resmi Jabat Anggota DPRD Kota Depok

28 November 2025 - 12:45 WIB

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Sosialisasi Fungsi Komisi C ke Warga Grogol

26 November 2025 - 11:03 WIB

Trending di Depok