Menu

Mode Gelap
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:55 WIB

Depok

Luncurkan Program SIGAP JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Universitas Indonesia Tingkatkan Literasi Masyarakat

badge-check


					Luncurkan Program SIGAP JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Universitas Indonesia Tingkatkan Literasi Masyarakat Perbesar

Biznisku.id – BPJS Kesehatan bersama Universitas Indonesia sukses menggelar kegiatan Sinergi Akademisi Program Jaminan Kesehatan Nasional (SIGAP JKN).

Melalui program ini, pihak Universitas Indonesia dan BPJS Kesehatan sepakat menjalin kerja sama untuk mengoptimalkan sosialisasi program SIGAP JKN.

Pihak BPJS Kesehatan kemudian menjabarkan inti dari pelaksanaan gerakan kolaborasi bersama di lingkungan Universitas Indonesia. Kepala Cabang BPJS Kesehatan menegaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh pihak.

Melalui pembekalan agen literasi, informasi penting mengenai kepesertaan dapat tersampaikan dengan lebih cepat dan luas kepada masyarakat. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem masyarakat yang paham dan peduli terhadap kesehatan bersama.

“Inti dari gerakan SIGAP JKN ini adalah pembekalan intensif agar para mahasiswa siap terjun langsung sebagai agen literasi kesehatan di lapangan. Kita ingin mengoptimalkan peran pemuda dalam menyebarluaskan informasi mengenai hak, kewajiban, serta alur pelayanan jaminan kesehatan secara benar. Melalui sinergi ini, masyarakat luas diharapkan bisa lebih memahami prosedur pelayanan medis berjenjang dengan mudah dan jelas. Semoga kolaborasi strategis dengan Universitas Indonesia ini dapat membawa dampak nyata bagi perlindungan kesehatan seluruh masyarakat,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Livendri Irvarizal di acara kolaborasi ini dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia pada Jumat (26/6).

Pihak Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan kolaborasi yang berharga ini.

Wakil Dekan FKM UI menyatakan bahwa pihak kampus mendukung penuh kegiatan edukasi JKN yang berkesinambungan. Beliau menilai program ini memberikan ruang kontribusi yang sangat baik bagi para mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih secara langsung untuk membantu masyarakat memahami pentingnya jaminan kesehatan.

“Kami di FKM UIsangat berterima kasih atas kesempatan kolaborasi dalam acara SIGAP JKN ini. Semoga dengan adanya kegiatan edukasi JKN, masyarakat Indonesia bisa menjadi lebih mengerti mengenai jaminan kesehatan. Kami berharap seluruh warga dapat terus sehat serta terlindungi melalui pendampingan dari para mahasiswa kami. Sebagai pelopor dari program SIGAP JKN, kami sangat siap bekerja sama lebih lanjut dengan BPJS Kesehatan,” tutur Mila Tejamaya selaku Wakil Dekan FKM Universitas Indonesia.

Pihak BPJS Kesehatan memaparkan materi pemahaman produk mengenai cakupan perlindungan Program JKN. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Livendri Irvarizal, menjelaskan berbagai jenis penjaminan perawatan medis yang komprehensif bagi masyarakat.

Untuk memperluas jangkauan informasi, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok juga mengenalkan berbagai kanal layanan digital resmi yang praktis.

Pembekalan ini bertujuan agar para agen literasi mampu mengarahkan warga dalam memanfaatkan sistem jaminan digital tersebut.

“Program JKN ini mencakup banyak jenis perawatan medis mulai dari rawat jalan hingga tindakan operasi. Peserta dapat menggunakan NIK untuk mendapatkan pelayanan dan menyampaikan pengaduan di fasilitas kesehatan secara mudah. Kami juga menyediakan berbagai kanal layanan digital seperti Mobile JKN dan Pandawa (Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp) untuk mempermudah urusan administrasi warga,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Livendri Irvarizal.

Pihak narasumber Corporate University BPJS Kesehatan menutup rangkaian materi dengan menekankan pentingnya empati dalam berkomunikasi. Beliau menjelaskan bahwa penggunaan bahasa sederhana sangat efektif untuk menghindari kebingungan warga awam.

Agen literasi juga harus mampu menyelaraskan bahasa tubuh, kontak mata, dan intonasi suara yang ramah. Keterampilan mendengar aktif menjadi kunci utama agar pesan edukasi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Keterampilan komunikasi bukan hanya tentang pandai berbicara melainkan juga mencakup kemampuan mendengar secara aktif. Kita harus menggunakan bahasa yang sederhana agar warga awam tidak merasa kebingungan dengan istilah medis,”

Penggunaan bahasa tubuh, kontak mata, serta intonasi suara yang ramah memiliki pengaruh yang sangat besar. Rasa empati yang tinggi juga wajib dikedepankan saat kita sedang menjelaskan program-program JKN kepada masyarakat,” papar Lecturer Muda Corporate University BPJS Kesehatan, Lia Y. Surosa.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

MBG Menuai Polemik, Begini Kata Pemerhati Perempuan dan Anak

19 Juni 2026 - 20:04 WIB

PT Karabha Digdaya dan IJTI Depok Gelar Innovation Challenge Penanganan Sampah

20 Mei 2026 - 13:33 WIB

Begini Tanggapan PT Immortal Cosmedika Indonesia Terkait Demo Serikat Pekerja di Depok

20 Mei 2026 - 00:25 WIB

Damkar Depok Evakuasi Ular Sanca 3 Meter di Rumah Warga Sukmajaya

13 Mei 2026 - 14:43 WIB

Damkar Depok Evakuasi Anak Terkunci di Dalam Mobil

13 Mei 2026 - 14:40 WIB

Trending di Depok