Harian Sederhana, Bekasi – Gabungan TNI-Polri dan Unsur Pemerintah Kota Bekasi terus melakukan penjagaan di beberapa titik tempat keluar masuknya masyarakat di hari keenam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Personel gabungan berjumlah delapan orang itu bertugas memeriksa orang yang hendak keluar atau masuk ke wilayah Kota Bekasi. Penjagaan itu dilakukan dengan super ketat.
Dibekali alat pengukur suhu tubuh, mereka memeriksa satu per satu orang yang akan keluar atau masuk ke wilayah yang diberlakukannya PSBB.
Namun, penjagaan hanya dilakukan di jalan yang berstatus jalan kota, tidak untuk jalan nasional maupun provinsi.
Pantauan Harian Sederhana, terdapat dua titik perbatasan yang dilakukan penjagaan di Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Dua titik perbatasan tersebut adalah Jalan Bintara Raya dengan Pondok Kopi dan Jalan Terusan I Gusti Ngurah Rai dengan Cakung.
Plt Lurah Bintara, Andarias Sorah mengatakan setiap hari selama PSBB berlangsung, dirinya ikut memantau dan monitoring ke dua wilayah perbatasan itu.
Andarias mengaku, setiap pagi dan sore dia selalu menyempatkan bergabung dengan rekan lainnya memonitoring wilayah untuk melakukan pengecekan mobilitas masyarakat.
Andarias juga menururkan semua yang melintas wilayah tersebut wajib mengenakan masker dan menjaga jarak, tanpa terkecuali.
“Bagi yang mau keluar Kota Bekasi di cek suhu tubuh. Jika suhunya 38 derajat celcius, balik isolasi. Begitupun yang mau masuk Kota Bekasi, jika suhunya 38 derajat celcius balik ke daerah asal dia,” jelasnya, Senin, (20/4).
Ia mengatakan, untuk petugas dari kelurahan dibagi dua shift yang membantu di perbatasan, langkahnya hanya pengecekan, bukan sebuah penutupan wilayah teritori. Hal itu diakuinya sebagai langkah antisipasi penularan virus corona.
“Ini berbagai upaya kami lakukan, dalam upaya menekan penyebaran,” pungkasnya. (*)









