Menu

Mode Gelap
Kamis, 18 Juni 2026 | 10:34 WIB

Depok

Geber Popularitas Elektabilitas

badge-check


					Tiga bakal calon wali kota internal hasil pemilihan internal raya atau pemira. Perbesar

Tiga bakal calon wali kota internal hasil pemilihan internal raya atau pemira.

“Sangat optimis, apalagi dari hasil survei kemarin, terbukti ada kenaikan yang signifikan. Kalau sifatnya begini, kan ada efek kenaikan dari sisi prosentase. Selain itu peserta talkshow sendiri diluar dari dugaan, cukup banyak. Ini membuktikan antusias masyarakat, artinya indikasinya adalah popularitas dan elektabilitas,” tutup Hafidz yang juga masuk dalam tiga bakal calon Wali Kota Depok dari PKS.

RINGKASAN TALKSHOW

Untuk diketahui, tiga bakal calon Wali Kota Depok dari PKS yakni Imam Budi Hartono, Hafid Nasir dan Farida Rachmayanti memaparkan gagasan dan ide-ide dalam membangun Kota Depok kedepannya agar masyarakat merasakan dampak positif dari pembangunan.

“Dalam membangun dua hal yang diutamakan yaitu membangun manusia dan membangun secara fisik,” kata Imam Budi Hartono dalam acara talkshow tersebut.

Menurut Imam, pembangunan itu bukan hanya jalan saja tetapi ada juga jembatan, sungai, situ, sekolah, rumah sakit dalam lainnya, yang semuanya untuk kepentingan masyarakat.

“Pembangunan bukan hanya sekedar membangun dengan baik tetapi hasil pembangunan seharusnya juga dapat menjadi kawasan wisata,” katanya.

Ia mencontohkan pembangunan Situ Rawa Kalong di Depok sebagai destinasi pariwisata dengan anggaran senilai Rp 5 miliar pada 2019 dan pada 2020 seniai Rp84 miliar.

Imam juga menggagas pembangunan infrastruktur berbagai kelurahan sehingga pembangunan RT, RW, kelurahan sudah teratasi dengan dana Rp 5 miliar per kelurahan baik itu masalah banjir, jalan rusak, drainase, dan juga kemacetan.

Sementara itu Hafid Nasir menegaskan diperlukan komunikasi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sehingga pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan pusat ataupun provinsi bisa berjalan dengan baik.

“Komunikasi politik perlu dibangun dengan baik sehingga pembangunan infrastruktur bisa cepat terlaksana,” katanya.

Menurut dia, dampak dari pembangunan perlu menjadi perhatian utama karena bisa pembangunan tersebut bisa merusak lingkungan sekitar. Untuk itu perlu pengawasan yang ketat agar tidak terjadi bencana di kemudian hari.

“Dampak pembangunan menjadi hal yang utama agar diawasi,” ujar Hafid.

Sedangkan Farida menekankan pada pembangunan transportasi yang ramah bagi keluarga. Dengan transportasi ramah keluarga maka masyarakat akan menggunakan transportasi tersebut.

Ia mengatakan saat ini telah diluncurkan Jabodetabek Residence (JR) Connexion dengan rute Perumahan Grand Depok City (GDC), Kota Depok menuju ITC Cempaka Mas, Jakarta.

“Kedepannya kalau saya terpilih jadi Wali Kota Depok maka akan ditambah rute-rute lainnya,” tandas Farida. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Indonesia dan BRICS di Era Joko Widodo: Antara Kepentingan Nasional, Hedging Strategy, dan Kehati-hatian Geopolitik

26 Mei 2026 - 19:55 WIB

PT Karabha Digdaya dan IJTI Depok Gelar Innovation Challenge Penanganan Sampah

20 Mei 2026 - 13:33 WIB

Begini Tanggapan PT Immortal Cosmedika Indonesia Terkait Demo Serikat Pekerja di Depok

20 Mei 2026 - 00:25 WIB

Damkar Depok Evakuasi Ular Sanca 3 Meter di Rumah Warga Sukmajaya

13 Mei 2026 - 14:43 WIB

Damkar Depok Evakuasi Anak Terkunci di Dalam Mobil

13 Mei 2026 - 14:40 WIB

Trending di Depok