Menu

Mode Gelap
Selasa, 5 Mei 2026 | 01:22 WIB

Depok

Hari Pertama PSBB di BODEBEK Belum Optimal

badge-check


					PSBB di Kota Depok belum berjalan optimal di hari pertama. Perbesar

PSBB di Kota Depok belum berjalan optimal di hari pertama.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim menuturkan bahwa pelaksanaan PSBB harus disertai kedisiplinan warga. “Sehingga butuh kedisiplinan, butuh dukungan, kesabaran. Pengen nanti bisa Lebaran? Supaya nanti bisa Lebaran, semuanya harus disiplin,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi di Kota Depok. Pria yang akrab disapa RK ini juga masih menemukan dirinya masih melihat banyak warga yang beraktivitas di luar rumah. “Saya lihat masyarakat masih banyak yang berkeluyuran,” kata RK di Depok.

Walaupun banyak masyarakat yang masih berkeliaran, ia mengakui bahwa arus volume kendaraan sudah mulai menurun hingga 50 persen.

“Namun, volume kendaraan, kalau di Tol sudah turun 50 persen. Jadi ini mengindikasikan di setiap wilayah pengurangan oleh PSBB ini bagus, signifikan,” ujar RK.

Terkait efektifitas pelaksanaan PSBB di Kota Depok, Kang Emil berujar dirinya telah meminta Wali Kota Depok, Mohammad Idris, untuk menyiapkan sanksi bagi para pelanggar.

“Tapi di beberapa wilayah seperti di Depok belum maksimal. Nah salah satu caranya adalah PSBB ini memberikan izin kita memberikan sanksi, saya sudah usul pada Pak Wali,” katanya.

Untuk di Depok sendiri, kata RK, penerapan kebijakan PSBB di Kota Depok tidak berjalan optimal di hari pertama. Karenanya, RK meminta kepada Wali Kota Depok Mohammad Idris agar memberikan sanksi kepada warganya yang melanggar selama PSBB.

Tak optimalnya penerapan PSBB sendiri menurutnya masih banyak yang melanggar terutama para pengendara sepeda motor. Padahal, penerapan PSBB Kota Depok tersebut sebagai bentuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Saya usul kepada Pak Wali Kota untuk sanksi, pertama, diberikan surat teguran bahwa anda melanggar peraturan PSBB. Sehingga negara mencatat bahwa anda melanggar, sehingga nanti ada sanksi,” ujar RK.

Sanksi berupa surat teguran tersebut, kata Emil akan segera dilakukan paling lambat lusa atau di hari ketiga pemberlakuan PSBB. Sehingga dengan begitu, petugas gabungan yang ada di tiap titik check point dapat merazia pengendara yang melanggar aturan PSBB.

Bukan cuma meminta kepada Wali Kota Depok, RK juga meminta kepada Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi agar bersikap tegas dalam penerapan PSBB di wilayahnya. Hal tersebut diungkapkannya saat memantau PSBB di Kota Bekasi.

“Saya titip ke pak Wali Kota Bekasi dan juga Muspida ini harus ada ketegasan dalam melaksanakan PSBB, salah satunya adalah kalau bisa ada surat tilang tapi tilang khusus pelanggaran PSBB,” ujar Emil.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Polda Jabar supaya pelaksaan sanksi tilang ini dapat dipraktikkan dalam PSBB hari berikutnya.

“Sudah saya kordinasikan dengan Polda Metro dan Polda Jabar kalau pelnggar itu bukan hanya ditegur lisan tapi dicatat negara tentunya supaya ada efek jera. Walaupun ujung dari sanksi itu ada denda ada kurungan badan dan semacamnya, tapi saya kira kita bisa peringatkan, mudah-mudahan sehari dua hari bisa dilaksankan dengan inovatif surat teguran,” tandasnya. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok