Menu

Mode Gelap
Minggu, 3 Mei 2026 | 12:25 WIB

Depok

Menguak Tragedi Berdarah di Polsek Cimanggis

badge-check


					Seorang anggota Polri tewas dengan kondisi mengenaskan akibat diduga ditembak oleh rekan seprofesinya sendiri di Polsek Cimanggis, Kota Depok pada Kamis (25/7/2019) malam. Perbesar

Seorang anggota Polri tewas dengan kondisi mengenaskan akibat diduga ditembak oleh rekan seprofesinya sendiri di Polsek Cimanggis, Kota Depok pada Kamis (25/7/2019) malam.

Ketika disinggung seperti apa kronologinya, Zulkarnain mengaku dirinya belum tahu secara detail. “Kalau itu bukan substantif saya. Soal luka tembak juga bukan substantif saya. kebetulan saya adalah atasan dari pelaku penembakan saya sebagai anggota polisi menyampaikan bela sungkawa sedalam dalamnya oleh karena itu saya datang kemari (rumah duka),” katanya.

Periksa Kejiwaan

Zulkarnain mengaku, dirinya tak menyangka, jika salah satu anak buahnya itu bakal bertindak bengis. “Sebenarnya dengan menggunakam senjata api jenis HS, dengan satu butir slongsong saja sudah bisa membuat seseorang meninggal dunia,” katanya.

Merujuk pada kejadian itu, Zulkarnain pun mempertanyakan kejiwaan Brigadir RT. “Nah ini dilihat dari kronologisnya sangat kejam. Dari 9 butir slongsong yang dikeluarkan 7 butir,” katanya.

Ketika disinggung lebih jauh soal penggunaan senjata api tersebut, Zulkarnain mengaku belum mengetahui secara pasti apakah Brigadir Rangga telah lulus uji tes kepemilikan atau tidak. Sebab yang digunakan saat menembak Bripka Rahmat Effendy adalah milik institusi yang dipinjamkan.

“Nah itu lagi dalam pemeriksaan apakah dalam pemeriksaan (izin bawa senjata api-red). Karena uji psikotes pemilikan itu ada evaluasi satu hingga dua tahun,” katanya.

Jenderal bintang dua itu menjelaskan, izin kepemilikan senjata api wajib diperpanjang selama dua tahun berturut-turut. Hal itu dilakukan untuk menghindari perubahan psikologi seseorang.

“Nah ini memang karena kejiwaan (bukan dendam) karena perkembangan kebiasaan seseorang, dan hubungan sosialnya berpengaruh pada kejiwaan seseorang,” tandasnya.

Pak Pulang Pak….

Disisi lain, suasana duka tampak menyelimuti kediaman Bripka Rahmat, di kawasan Perumahan Tapos Residence, Kecamatan Tapos, Kota Depok sejak Kamis malam. Salah satu anak korban terlihat tak kuasa menahan tangis.

Bocah laki-laki itu bahkan sempat histeris. “Ya Allah papa ya Allah papa, tengokin Vito terus papah, papah tengokin Vito,” jeritnya dipelukan sejumlah keluarga.

Tangisan bocah malang itu pun semakin menjadi. “Enggak mau, aku mau liat papah sekarang, papah enggak mau aku enggak rela papah pergi. Papah, papah, papah, papah,” ujar bocah itu sembari menangisi ayahnya.

Kondisi serupa juga dialami Neni, istri Bripka Rahmat. Ia tak henti-hentinya menangis sambil memeluk erat peti almarhum yang tergeletak berbalut bendera merah putih. “Pak, bangun pak. Ini hari Jumat. Katanya mau ketemu Reza,” katanya menangisi kepergian sang suami.

Melihat hal itu, sejumlah kerabat dan keluarga lainnya pun berusaha menenangkan. Usai menjalani serangkaian proses kenegaraan, jenazah pria 41 tahun itu akhirnya di makamkan di TPU Graha Prima, Jonggol, Kabupaten Bogor pada Jumat siang, 26 Juli 2019. Bripka Rahmat meninggalkan seorang istri dan dua anak.

Sosok Korban dan Tersangka

Kepergian Bripka Rahmat juga menyisakan duka yang cukup mendalam bagi kerabat rekan seprofesi. Salah satu koleganya yang mengaku tak menyangka dengan peristiwa itu adalah Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sumardji.

“Kami dari Subdit Regiden Ditlantas Polda Metro Jaya merasa prihatin terhadap Bripka Rahmat, perlu saya sampaikan beliau salah satu anggota memiliki integritas tinggi, bekerja baik, sopan, diberi pekerjaan bisa selelsai artinya luar biasa di kendinasan,” katanya saat ditemui di rumah duka.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok