Terlebih diyakini, hasil diagnosa dan hasil lab dokter spesialis jantung dan spesialis paru paru yang menyatakan pasien Ny. S ini mempunyai penyakit jantung dan paru.
“Makanya, warga jangan panik atau resah dengan informasi di medsos. Insha Allah kita bersiap siaga, apabila terindentifikasi adanya virus tersebut,” ujar Fahmi.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit R Syamsudin SH dr Rina Hestiana mengatakan. Ada empat tahapan diagnosis dalam konteks infeksi virus corona yang perlu dipahami masyarakat.
Yaitu pada fase, penanganan ketika kondisi suhu badan pasien mengalami demam suhu lebih 38 derajat celcius dengan kondisi batuk disertai pilek namun tidak disertai sesak nafas dimasukan kategori pemantauan (People Under Observation)
“Pemantauan si pasien, bisa dilakukan observasi di rumah sakit bila terjadi demam tinggi. Bisa juga dilakukan di rumah, bila kondisinya baik, namun dipantau dinas kesehatan setempat jika kondisi memburuk bisa menghubungi fasiltas kesehatan” terangnya.
Sedangkan lanjut Rina, untuk pasien dalam pengawasan ciri cirinya pasien mengalami keluhan seperti diatas, namun disertai sesak napas. “Pasien sudah dapat isolasi, inipun belum dinyatakan terkena virus corona,” ucapnya.
Sedangkan yang ketiga, tahap pemeriksaan pasien lanjutan atau disebut Probable. dan apabila terkomfirmasi postif atau negatif terkena virus corona pasien tersebut kategori konfirm.
“Sebelum terkomfirm negatif atau positif, harus melalui pengambilan speciment dahulu. Kemudian dikirim litbangkes memakan waktu 14 hari. jadi tidak bisa langsung dinyatakan terjangkit virus sebelum hasilnya keluar,” pungkasnya. (*)









