Menu

Mode Gelap
Minggu, 3 Mei 2026 | 13:48 WIB

Depok

Petamburan Rusuh, Keluarga Farhan Berduka

badge-check


					Isak tangis keluarga almarhuhm Farhan Syafero pecah di rumah duka di Jalan Printis, RT 3/7 Kampung Rawa Kalong, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok ketika jenazah Farhan tiba dari Jakarta Rabu 22 Mei 2019. (FOTO : Warta Kota) Perbesar

Isak tangis keluarga almarhuhm Farhan Syafero pecah di rumah duka di Jalan Printis, RT 3/7 Kampung Rawa Kalong, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok ketika jenazah Farhan tiba dari Jakarta Rabu 22 Mei 2019. (FOTO : Warta Kota)

“Dia anak yang baik, aktif di majelis taklim, suka ikut habaib juga,” katanya.

Peristiwa itu menyedot perhatian banyak pihak, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sebagai rasa keprihatinannya, orang nomor satu di Jakarta itu mengirimi karangan bunga turut berduka cita untuk Farhan yang diletakkan oleh kurir di depan rumah duka.

“Saya pada dasarnya menghargai pemberian dari pak Anis, sampaikan terimakasih saya,” kata Safri.

Berharap Keadilan

Di tengah suasana duka, pihak keluarga berharap ada yang bertanggungjawab dengan meninggalnya anak kedua dari empat bersaudara tersebut. “Harapannya, ada yang bertanggungjawab, saya nggak tau siapa, tapi kalau emang penyebab kebrutalan polisi berarti instutusinya kan yang datang,” kata Safri.

Ia mengatakan, pihaknya sangat terbuka bagi institusi yang akan melakukan investigasi terhadap penyebab kematian Farhan yang memiliki dua anak yang masih kecil itu.

“Siapapun itu, apakah Komnas ham, pihak 01 atau 02, intinya saya terbuka untuk dilakukan investigasi,” ujarnya.

Hingga kini pihak keluarga hanya mengetahui penyebab kematian karena luka tembak, namun pihak keluarga belum menerima proyektil peluru.

“Kata rumah sakit sih bilang penyebabnya adalah kematian tidak wajar, kami dapat info dari temannya kena tembak, tapi kalau mau dilihat penyebab harus diautopsi, tapi kami nggak mau,” kata dia.

Kronologi

Farhan tewas setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Kemuliaan, Petamburan. Syarif Al Idrus, salah kerabat almarhum yang juga saksi di lokasi kejadian mengatakan saat kejadian, korban sedang menjaga kediaman Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Shihab.

Syarif membantah jika Farhan tewas saat terlibat aksi unjuk rasa di kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta.

“Kami tidak ikut aksi di Bawaslu. Tetapi kami sedang berjaga di markas besar FPI di Petamburan. Kami menjaga rumah Habib Rizieq,” katanya saat ditemui di rumah duka.

Syarif menjelaskan, dirinya berangkat sekira pukul 12 malam dari Bekasi Timur bersama rombongan sebanyak 20 orang. Mereka menuju markas FPI untuk menjaga rumah Rizieq. Namun sekira pukul 02.00 WIB  terjadi gesekan antara massa dengan aparat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok