Menu

Mode Gelap
Kamis, 5 Februari 2026 | 18:24 WIB

Depok

RSUD Depok Sedia SABU

badge-check


					RSUD Kota Depok yang menyediakan serum anti bisa ular (SABU) Perbesar

RSUD Kota Depok yang menyediakan serum anti bisa ular (SABU)

Harian Sederhana, Depok – Teror ular kobra yang menghantui warga Depok mendapatkan perhatian semua pihak. Salah satunya pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok yang menyediakan serum anti bisa ular (SABU) bagi pasien yang terkena gigitan hewan berdarah dingin tersebut.

Dokter Spesialis Bedah RSUD Depok, Rizza Nurcahya mengatakan, jika ada anggota keluarga yang tergigit ular berbisa langsung dibersihkan lukanya dengan air mengalir. Lalu, secepatnya dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat.

“Pokoknya jangan sampai luka bekas gigitan ular itu diberikan salep bahkan orang lain mengisapnya. Menghisap bekas gigitan ular sangat tidak direkomendasikan karena dapat menyebarkan racun ke orang lain,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/12).

Dijelaskannya bila dibawa ke Puskesmas, nanti akan dinilai gradenya oleh dokter yang memeriksa di sana. Tetapi jika Puskesmas tidak sanggup menangani, atau grade sudah lebih dari nol, harus segera dirujuk ke rumah sakit terdekat, termasuk ke RSUD Depok.

“RSUD Depok siap dengan SABU, kalau memang dibutuhkan. Serum ini biasanya untuk jenis viper snake, ular welang, dan ular kobra,” katanya.

Selain itu pasien yang digigit ular akan ditangani langsung oleh dokter spesialis bedah. Sebab ada empat grade yang dinilai pasien yang digigit ular mulai dari nol hingga empat. Jika masih masuk grade nol akan diobservasi dan tidak memerlukan pemberian SABU.

“Kalau masih grade satu pun masih bisa ditunda untuk tidak diberikan SABU terlebih dahulu. Seperti pasien yang belum lama ini ditangani RSUD ternyata masih grade nol, hanya ada luka bekas gigitan yang kemerahan sekitar lukanya,” katanya.

“kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan fisik lain. Namun memang tidak ada kelainan maka RSUD Depok biasanya akan merawat selama 2×24 jam sambil terus diobservasi,” timpalnya lagi.

Namun, lanjutnya, apabila pasien sudah masuk grade satu yang mengarah ke grade dua baru akan diberikan dua vial SABU. Serta untuk grader tiga ke atas pemberian SABU tidak terbatas sesuai dengan perbaikan keadaan umum pasien.

“Misal grade tiga kalau berdasarkan World Health Organization (WHO) akan diberikan sekitar 8-16 vial SABU, bahkan bisa hingga 32 vial,” tuturnya. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Keluhkan Depok Tidak Berstatus UHC, Ketua Komisi D DPRD Beri Penjelasan Ini

30 Januari 2026 - 04:39 WIB

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Pantai Larangan Tegal Dipenuhi Kayu Gelondongan Berbagai Ukuran

26 Januari 2026 - 22:02 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Deny Kartika Anggota DPRD Kota Depok Minta Pemkot Cek Jalan di Serua

21 Januari 2026 - 16:45 WIB

Trending di Depok