Biznisku.id – Beredar di media sosial video sejumlah siswa SD Negeri dengan seragam merah putihnya, antusias saat akan dibagikan peralatan sekolah.
Diketahui bahwa mereka adalah siswa SD yang bersekolah di SD Negeri Terpencil Bainaa Barat yang terletak di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.
“THR bukan dapat duit, tapi THR adalah alat tulis,” dikutip dari keterangan dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @najib_nadir.
“Alhamdulillah siswa kami sangat senang dan terbantu. Terima kasih kakak donatur,” lanjutnya.
Momen Gembira Mendapat Pulpen dan Buku Baru
Tampak pada video yang diunggah di Instagram Story, para siswa duduk mengelilingi guru mereka yang sedang membuka satu buah kardus berwarna coklat.
“Ada yang penasaran apa isinya? Uang? Bukan cuma buku,” ucap sang guru.
Saat kardus sudah dibuka, terlihat para siswa bertepuk tangan ketika satu per satu barang mulai dikeluarkan.
“Mereka se-excited itu dengan pulpen tinta cair,” lanjutnya.
Para siswa kemudian berdiri mengantre dengan rapi untuk mendapatkan alat sekolah.
Siswa Bebas Minta Lagi jika Buku Habis atau Rusak
Tak hanya peralatan sekolah, hadiah yang didapatkan oleh para siswa itu juga berupa kaos kaki.
Dalam video yang sama, guru yang membagikan mengatakan bahwa para siswa boleh meminta lagi, dengan syarat buku atau pulpen sudah habis maupun kaos kaki yang mulai tak layak pakai.
“Ini masih banyak sisanya, ini sisanya tidak Pak Guru ambil. Ini untuk kalian tapi pensil, buku, pulpen, atau kaos kakinya ada yang rusak, baru datang ke Pak Guru. Nanti, Pak Guru kasih yang baru,” ucapnya.
“Kenapa tidak dikasih semuanya langsung, supaya tidak gampang rusak. Jadi, kelas satu ya cukup satu buku saja yang dipakai. Kalau rusak atau habis, boleh datang ke Pak Guru,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memberikan pesan bahwa masih banyak stok untuk peralatan sekolah jika milik siswa rusak atau habis.
“Jadi, tidak perlu alasan untuk saya tidak perlu alasan saya nggak mau ke sekolah karena tidak buku atau pensil,” tuturnya.
Sebelumnya, sempat viral hingga lebih dari 10 ribu kali penayangan tentang cerita siswa di SD tersebut mengungkapkan bahwa harga buku yang mahal.
Sehingga, para siswa menggunakan satu buku untuk menulis berbagai mata pelajaran sekaligus.









