Menu

Mode Gelap
Selasa, 12 Mei 2026 | 09:58 WIB

Depok

Wali Kota Sentil Grand Depok City

badge-check


					Foto: Istimewa Perbesar

Foto: Istimewa

Sebelumnya Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana membenarkan Jalan Boulevard sepanjang 5,2 kilometer ini memang telah diserahkan kepada bidang aset Pemkot Depok. Sebab, jalan itu merupakan akses masyarakat menuju pusat kota, selain di kawasan tersebut terdapat kantor-kantor pemerintahan.

“Jalan itu vital dan dimanfaatkan masyarakat untuk menuju ke pusat kota. Makanya Pak Wali Kota meminta kami bernegosiasi dengan GDC untuk menyerahkan jalan tersebut menjadi aset kita agar bisa diintervensi perbaikannya. Kalau belum menjadi aset, kita tidak bisa melakukan intervensi,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Lokasi kecelakaan yang terjadi di Jalan Grand Depok City (GDC) Depok. Banyak lubang-lubang besar berbahaya di jalan sepanjang 2,5 km itu.

Walaupun jalan itu sudah diserahkan sebagai aset Pemkot Depok, Nina menegaskan pengelolaan atau pembangunan Jalan Boulevard dibagi menjadi dua. Alasannya, sampai saat ini GDC masih banyak melakukan pembangunan cluster yang urung selesai.

“Jadi kita bagi dua, dari Damkar ke selatan (Pasar Pucung) itu tanggung jawab kita (Pemkot Depok) untuk pengelolaan atau pembangunannya. Sedangkan dari Damkar ke Jalan Kartini merupakan tanggung jawab dari pihak GDC,” kata Nina.

Terkait kerusakan Jalan Boulevard dari Jalan Kartini ke Damkar, pihaknya meminta agar pihak GDC segera melakukan perbaikan. Apalagi sudah sering memakan banyak korban jiwa. Terakhir, Anggraito Andarbeni yang meninggal lantaran terjatuh akibat rusaknya jalan di kawasan tersebut.

“Walaupun sudah menjadi aset kami, di situ (Jalan Boulevard dari Jalan Kartini ke Damkar) masih tanggung jawab dari pengembang. Kami sudah sering menegur mereka agar segera memperbaiki dan jangan didiamkan,” katanya.

Nina mengaku, meski pembangunan jalan tersebut masih tanggung jawab GDC, Pemkot Depok melalui Dinas PUPR masih bisa melakukan intervensi dengan menambal jalan yang sudah bolong-bolong. “Kalau sekedar menambal, PUPR Depok masih bisa intervensi dengan menambal lubang di jalan tersebut,” tandas Nina.

Seperti diketahui, kerusakan badan jalan di sepanjang Boulevard GDC terlihat sangat parah. Banyak lubang-lubang besar berbahaya di jalan sepanjang 5,2 kilometer itu. Hal itu diperparah dengan minimnya pencahayaan di beberapa titik pada malam hari yang membuat pengendara rawan mengalami kecelakaan.

Kerusakan Jalan Boulevard GDC tersebut membentang mulai dari pintu gerbang tepatnya dekat jembatan Kali Ciliwung di pertigaan Jalan Raya Kartini sampai pertigaan Pasar Pucung, Cilodong. Kondisi diperparah dengan revitalisasi jalan yang sampai saat ini urung selesai dan membuat jalan tersebut setengah bagus dan setengah buruk.

Informasi yang dihimpun dari warga dan pedagang sekitar, kecelakaan sering kali terjadi di jalur tersebut. Rata-rata penyebab jatuhnya pengendara karena atau menghindari lubang. Terakhir, Anggraito Andarbeni warga Sukmajaya yang menjadi korban jalan maut tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok