Menu

Mode Gelap
Minggu, 3 Mei 2026 | 13:57 WIB

Depok

Waspada! Teror Sampai ke Depok

badge-check


					Seorang warga Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor berinisial EN, 51 tahun, ditangkap oleh Detasemen Khusus Antiteror Markas Besar Kepolisian RI bersama Kepolisian Resor Bogor pada Jumat 17 Mei 2019. (FOTO : Harian Sederhana) Perbesar

Seorang warga Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor berinisial EN, 51 tahun, ditangkap oleh Detasemen Khusus Antiteror Markas Besar Kepolisian RI bersama Kepolisian Resor Bogor pada Jumat 17 Mei 2019. (FOTO : Harian Sederhana)

Pada Sabtu lalu, Endang alias Pak Jenggot ditangkap. Ia diduga  akan mentargetkan peledakan bom di depan Gedung KPU Jakarta pada hari pengumuman hasil Pemilu 2019, 22 Mei. Di rumah Endang, di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, polisi mengaku mendapati enam bom pipa siap ledak, satu bom panci yang tengah dirakit. Bom rakitan tersebut diduga berdaya ledak tinggi dari bahan Triaseton Triperoksida dan nitrogliserin.

Keluarga Endang sampai kini tak yakin EN ditangkap atas dugaan kasus terorisme. Mereka menyebut, keseharian EN sebagai tukang parkir di Jalan Raya Bintang Mas atau Jalan Raya Bogor.  Heri dan keluarga mengaku, masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian dan masih mempertimbangkan untuk menyiapkan pengacara untuk EN.

“Kami melihat dulu situasi dan masih mempertimbangkan untuk menyediakan pengacara karena kami masih percaya tak percaya karena  biasanya melihat di televisi tentang penangkapan teroris ini malah keluarga sendiri,” kata dia.

Dalam versi polisi, Endang Bule atau Jenggot (51 tahun) yang berlatar belakang pendidikan SMP, mampu membuat bom kimia dan perang. Endang Bule disebut bergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah dan Jaringan Fikri Abu Hamzah pada 6 tahun lalu.

Kemampuan perang Endang diperoleh dari pendidikan perang di Gunung Ceremai Cirebon. Adapun peracikan bom dipelajari dari TH yang ditangkap di Pemalang, Jawa Timur.

Brigjen Dedi sebelumnya menyebutkan Endang Bule dan TH bergabung dengan ISIS dan berencana berangkat ke Suriah. Namun, kata dia, mereka tertangkap di Turki dan dideportasi ke Indonesia pada tahun 2015 lalu.

(*)

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok