Menu

Mode Gelap
Kamis, 5 Februari 2026 | 08:28 WIB

Headline

21 Gardu Belum Menyala Akibat Banjir dan Tanah Longsor

badge-check


					Tiang listrik roboh dan padamnya gardu akibat bencana banjir dan tanah longsor pada Rabu, 1 Januari 2020 di Kecamatan Bogor. Perbesar

Tiang listrik roboh dan padamnya gardu akibat bencana banjir dan tanah longsor pada Rabu, 1 Januari 2020 di Kecamatan Bogor.

Sementara itu, Manajer PLN Area Jasinga Sri Nurjanti menjelaskan bahwa pihaknya sempat terkendala akses jalan untuk melakukan perbaikan. Menurutnya, jika akses jalan sudah siap dilewati maka petugas teknisi PLN bisa langsung melakukan perbaikan.

Ia mengatakan, untuk melakukan perbaikan sambungan listrik di Kecamatan Sukajaya, PLN Area Jasinga juga dibantu oleh unit lain di PLN dengan jumlah pasukan sekitar 94 orang.

“Sampai saat ini tim masih menyebar melakukan peninjauan titik yang mudah dijangkau agar penerangan ke rumah warga bisa mudah,” kata Sri.

Hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama membuat sejumlah titik di Kabupaten Bogor mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut menyebabkan 11 orang dilaporkan meninggal dunia, dan empat lainnya dinyatakan hilang.

Salah satu daerah yang mengalami kerusakan adalah Kecamatan Sukajaya. Informasi yang dihimpun Harian Sederhana, banjir bandang dan longsor mengakibatkan 766 unit rumah rusak, enam orang meninggal dunia, tiga orang hilang, dan 34 orang terluka di lokasi tersebut.

Adapun kerusakan bangunan tersebar di Desa Urug sebanyak 98 unit rumah rusak ringan dan 98 rumah rusak berat. Di Desa Harakat Jaya sebanyak 19 unit rumah rusak berat, di Desa Kiara Pandak 255 rumah rusak berat.

Kemudian di Desa Sukamulih sebanyak 86 rumah rusak ringan, 72 rumah rusak sedang, dan 19 rumah rusak berat. Selanjutnya di Desa Jaya Raharja sedikitnya 32 unit rumah rusak berat. Terakhir, di Desa Cisarua sebanyak 50 rumah rusak ringan dan 37 unit rumah rusak berat.

Akibat kejadian ini sebanyak 4.146 warga mengungsi di beberapa lokasi seperti di Kantor Desa, sekolah dasar, musola, masjid, pondok pesantren dan rumah-rumah warga.

Ribuan warga yang mengungsi berasal dari 10 desa yaitu Desa Cisarua, Cileuksa, Desa Kiarasari, Kiarapandak, Harakat Jaya, Pasir Madang, Jayarahara, Sukamulih, Sipayung, dan Desa Urug.

Jumlah pengungsi terbanyak berasal dari Desa Harakat Jaya sebanyak 1.308 warga. Warga mengungsi di Sekolah Dasar (SD), Posyandu dan musola. Kemudian, warga Desa Kiarapandak sebanyak 600 orang mengungsi di kantor desa, sekolah dasar, SMA, dan di pondok pesantren. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Pantai Larangan Tegal Dipenuhi Kayu Gelondongan Berbagai Ukuran

26 Januari 2026 - 22:02 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Lembaga Survei KedaiKOPI Rilis Riset Soal Kriteria Pemimpin Ideal, Ini Hasilnya

12 Januari 2026 - 14:32 WIB

Kementerian Kebudayaan Gelar Apresiasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

18 Desember 2025 - 12:59 WIB

Trending di Nasional