Menu

Mode Gelap
Rabu, 25 Maret 2026 | 02:52 WIB

Bekasi

Damkar Kota Bekasi Berhasil Evakuasi Ratusan Sarang Tawon

badge-check


					Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi memusnahkan enam sarang tawon di permukiman penduduk di Kecamatan Cikarang Timur, Sukatani, Tambelang dan Babelan. Perbesar

Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi memusnahkan enam sarang tawon di permukiman penduduk di Kecamatan Cikarang Timur, Sukatani, Tambelang dan Babelan.

Harian Sederhana, Bekasi – Tim Rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi mencatat dari bulan Januari hingga saat ini telah mengevakuasi sebanyak 112 sarang tawon yang tersebar di sejumlah wilayah di Kota Bekasi.

Eko Uban, anggota tim Rwasescue Damkar Kota Bekasi menjelaskan bahwa dari 112 sarang tawon yang di evakuasi, paling banyak sarang tawon Vespa dan Madu.

“Jenis sarang tawon madu yang berhasil di evakuasi 5 dan untuk sarang tawon vespa sisanya,” ujar Eko, Rabu (4/12).

Dirinya menjelaskan, untuk korban pada tahun ini sekitar 20 warga yang tersengat tawon dan salah satu diantaranya petugas Damkar.

“Alhamdulillah, untuk tahun ini belum ada yang sampai meninggal dunia, tapi tahun kemarin dua warga sampai meninggal dunia yakni warga Jatiasih dan warga Rawalumbu akibat tersengat tawon,” imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa populasi tawon di Kota Bekasi pada tahun ini meningkat bila dibandingkan tahun lalu.

“Kalau tahun lalu jumlahnya sekitar 80 sarang tawon, meningkatkan drastis di bandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan perubahan cuaca juga sangat berpengaruh pada perkembangan tawon-tawon tersebut.

“Untuk sekarang siklus cuacanya tidak teratur membuat perkembangan mereka sangat cepat dan juga habitatnya tempat mereka di lahan terbuka ataupun pohon-pohonnya sudah jarang, jadi mereka hidup dan membuat sarang di perumahan-perumahan,” ungkapnya.

Untuk proses evakuasi sarang tawon tersebut, seringkali dilakukan pada malam hari. Hal ini dikarenakan untuk membuat aman warga sekitar.

Sebab, jika dilakukan pada siang hari, tawon akan cenderung lebih agresif sehingga berbahaya bagi warga sekitar.

“Kalau kitanya aman tapi kan warga engga, tawon agresif sama cahaya. Makanya saat proses evakuasi seluruh lampu dimatiin,” jelas dia.

Tawon jenis Vespa ini, bisa mengakibatkan meninggal dunia jika kondisi fisik sedang menurun jika tersengat di bagian daerah pundak dan kepala.

“Kalau tersengat, buru-buru jarumnya diambil, karena itu yang mengandung racunnya dan kalau kondisi kurang sehat 4 hingga 5 jam korban dapat meninggal dunia,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BRI BO Bekasi Siliwangi Berbagi Bingkisan Ramadan

10 Maret 2026 - 16:57 WIB

BRI BO Tambun Salurkan Bantuan Berupa Paket Sembako Untuk Korban Banjir

10 Maret 2026 - 16:48 WIB

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Lembaga Survei KedaiKOPI Rilis Riset Soal Kriteria Pemimpin Ideal, Ini Hasilnya

12 Januari 2026 - 14:32 WIB

Trending di Nasional