Menu

Mode Gelap
Senin, 11 Mei 2026 | 04:03 WIB

Depok

Menhub Soroti Kondisi Bus Maut Subang

badge-check


					Penampakan bus pariwisata PO Purnam Sari, setelah  kecelakaan di wilayah Nagrok Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. (FOTO : Istimewa) Perbesar

Penampakan bus pariwisata PO Purnam Sari, setelah kecelakaan di wilayah Nagrok Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. (FOTO : Istimewa)

Harian Sederhana, Manggarai Barat – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan identifikasi awal terkait kecelakaan maut yang terjadi di Subang, Jawa Barat. Ia menjelaskan adanya ketidaksesuaian antara kondisi bus PO Purnamasari saat dikemudikan dengan kelengkapan yang dimiliki oleh bus tersebut.

“Saya prihatin dan turut berdukacita atas berpulangnya saudara-saudara kita di Jawa Barat. Ini suatu pelajaran yang mahal lagi dan kita mengidentifikasi bahwa bus yang digunakan tidak sesuai dengan surat-suratnya. Identifikasi awal,” tuturnya di kawasan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (20/01).

Budi juga mengungkapkan untuk mendapatkan hasil identifikasi yang lebih komprehensif, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Langkah ini juga dilakukan mencari tahu penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa delapan orang tersebut.

“Tadi petugas KNKT sudah menugaskan petugas-petugasnya ke sana, mungkin besok atau lusa keluar hasil apa yang harus kita lakukan selanjutnya,” tambahnya.

Sementara itu, saat ditanya terkait dengan pengawasan terhadap pengoperasian bus, Budi menegaskan pihaknya telah melakukan pengawasan yang ketat untuk mengantisipasi dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan bus penumpang. Selain itu, sosialisasi terhadap operator bus serta masyarakat pun dilakukan agar selektif memilih bus.

“Berkali-kali kita sampaikan, operator harus bertanggung jawab. Penumpang harus memilih, tapi ini kejadian (kecelakaan). Jadi kita memang harus melakukan suatu pengetatan. Dengan pengetatan itu mungkin kita bisa reduksi (terjadinya kecelakaan),” ungkap Budi.

Namun, Budi tidak menampik bahwa kecelakaan bus pariwisata memang rentan terjadi. Satu di antara faktor yang seringkali diabaikan karena kurangnya pengecekan terhadap bus.

“Sebenarnya sudah kita sinyalir, bahwa bus-bus pariwisata ini memang rentan. Rentan artinya kualifikasi bis ini, terus dalam hal dilakukan cek in terhadap bis ini tidak maksimal,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Sabtu lalu, terjadi kecelakaan bus pariwisata PO Purnamsari dengan nomor polisi E 7508 W di wilayah Nagrok Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hingga saat ini, tercatat delapan orang meninggal dunia dan 20 orang lainnya mengalami luka ringan hingga luka berat. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok