Menu

Mode Gelap
Kamis, 5 Februari 2026 | 04:59 WIB

Depok

Menhub Soroti Kondisi Bus Maut Subang

badge-check


					Penampakan bus pariwisata PO Purnam Sari, setelah  kecelakaan di wilayah Nagrok Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. (FOTO : Istimewa) Perbesar

Penampakan bus pariwisata PO Purnam Sari, setelah kecelakaan di wilayah Nagrok Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. (FOTO : Istimewa)

Harian Sederhana, Manggarai Barat – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan identifikasi awal terkait kecelakaan maut yang terjadi di Subang, Jawa Barat. Ia menjelaskan adanya ketidaksesuaian antara kondisi bus PO Purnamasari saat dikemudikan dengan kelengkapan yang dimiliki oleh bus tersebut.

“Saya prihatin dan turut berdukacita atas berpulangnya saudara-saudara kita di Jawa Barat. Ini suatu pelajaran yang mahal lagi dan kita mengidentifikasi bahwa bus yang digunakan tidak sesuai dengan surat-suratnya. Identifikasi awal,” tuturnya di kawasan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (20/01).

Budi juga mengungkapkan untuk mendapatkan hasil identifikasi yang lebih komprehensif, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Langkah ini juga dilakukan mencari tahu penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa delapan orang tersebut.

“Tadi petugas KNKT sudah menugaskan petugas-petugasnya ke sana, mungkin besok atau lusa keluar hasil apa yang harus kita lakukan selanjutnya,” tambahnya.

Sementara itu, saat ditanya terkait dengan pengawasan terhadap pengoperasian bus, Budi menegaskan pihaknya telah melakukan pengawasan yang ketat untuk mengantisipasi dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan bus penumpang. Selain itu, sosialisasi terhadap operator bus serta masyarakat pun dilakukan agar selektif memilih bus.

“Berkali-kali kita sampaikan, operator harus bertanggung jawab. Penumpang harus memilih, tapi ini kejadian (kecelakaan). Jadi kita memang harus melakukan suatu pengetatan. Dengan pengetatan itu mungkin kita bisa reduksi (terjadinya kecelakaan),” ungkap Budi.

Namun, Budi tidak menampik bahwa kecelakaan bus pariwisata memang rentan terjadi. Satu di antara faktor yang seringkali diabaikan karena kurangnya pengecekan terhadap bus.

“Sebenarnya sudah kita sinyalir, bahwa bus-bus pariwisata ini memang rentan. Rentan artinya kualifikasi bis ini, terus dalam hal dilakukan cek in terhadap bis ini tidak maksimal,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Sabtu lalu, terjadi kecelakaan bus pariwisata PO Purnamsari dengan nomor polisi E 7508 W di wilayah Nagrok Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hingga saat ini, tercatat delapan orang meninggal dunia dan 20 orang lainnya mengalami luka ringan hingga luka berat. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Keluhkan Depok Tidak Berstatus UHC, Ketua Komisi D DPRD Beri Penjelasan Ini

30 Januari 2026 - 04:39 WIB

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Pantai Larangan Tegal Dipenuhi Kayu Gelondongan Berbagai Ukuran

26 Januari 2026 - 22:02 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Deny Kartika Anggota DPRD Kota Depok Minta Pemkot Cek Jalan di Serua

21 Januari 2026 - 16:45 WIB

Trending di Depok