Menu

Mode Gelap
Minggu, 3 Mei 2026 | 08:51 WIB

Depok

Coffee Morning Bang IBH : APBD Pro Umat

badge-check


					Coffee Morning Bang IBH : APBD Pro Umat Perbesar

Harian Sederhana – Membuat APBD pro rakyat diperlukan dukungan semua pihak, pemerintah, DPRD, partai politik, dan masyarakat luas. Kalangan parpol tentu perlu berpikir cerdas untuk bisa menghasilkan APBD yang benar-benar mencerminkan aspirasi konstituen mereka.

Setiap proses pembuatan APBD pasti sudah melewati mekanisme yang sesuai dengan UU yang berlaku yang sering kita sebut Musrenbang. Dari mulai tingkat kelurahan lanjut kecamatan sampai tingkat kota. APBD dibuat dengan filosofi partisipatif semua masyarakat yang bertujuan sebesar-besarnya untuk manfaat kesejahteraan warga atau umat.

Di era otonomi daerah, saya melihat daerah jauh lebih berkembang dari zaman-zaman sebelumnya. Pedoman kebijakan APBD selain bersifat partisipatif agar pro rakyat, ternyata juga harus memperhatikan RPJPD (Rencana Jangka Panjang Daerah) dan RPJMD (Rencana Jangka Menengah Daerah). RPJMD 5 tahunan berisi tentang visi, misi danĀ  janji kepala daerah terpilih.

Keseimbangan pola partisipasi dan RPJMD ini yang akan memperlihatkan seberapa besar APBD pro rakyat. Lalu bagaimana jika APBD tak cukup untuk masalah mendesak yang harus segera dilaksanakan.

Saran dalam membangun daerah jangan terpaku hanya dari APBD kota, kita masih punya APBD propinsi jabar dan APBN. Syarat kepala daerah pro aktif ke propinsi dan pusat.

Sebenarnya tugas atau beban pemerintah kota atau kabupaten sekarang sudah sangat dikurangi dengan penanganan kewenangan pendidikan menengah menjadi tanggung jawab pemerintah propinsi. Sehingga anggaran yang biasanya digunakan untuk SMA dapat dimanfaatkan bagi keperluan bidang pendidikan yang lain.

Hal yang cukup baik menjadi terobosan Pemkot Depok adalah memberikan plafon anggaran pada tingkat kelurahan. Ini juga menunjukan pemkot mengikut sertakan rakyat dalam mengelola anggaran. Good job.

Berharap setiap tahun plafon itu diperbesar agar permasalahan ditingkat kelurahan bisa segera teratasi. Buat daftar masalah setiap kelurahan lalu prediksi kebutuhan anggaran dan seberapa lama akan dituntaskan. Tidak kalah penting ajak pihak-pihak yang ingin partisipatif turut membangun Kota Depok. Semoga Depok menjadi lebih baik.

(*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok