Menu

Mode Gelap
Minggu, 10 Mei 2026 | 23:28 WIB

Depok

Depok Bakal Garap Transportasi Publik Berbasis Rel

badge-check


					Depok Bakal Garap Transportasi Publik Berbasis Rel Perbesar

Harian Sederhana, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam beberapa waktu kedepan berencana membangun transportasi publik berbasis rel di Kota Depok. Hal ini bertujuan agar permasalahan kemacetan di kota ini dapat segera teratasi.

Untuk menyukseskan rencana tersebut, Pemkot Depok telah mengusulkan rencana itu kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI). Wacana itu disampaikan Wali Kota Depok, Mohammad Idris kepada Kemenhub saat audiensi dengan Sekjen Kemenhub RI di Kantor Kementerian Perhubungan RI, Jakarta, Jumat (24/01).

“Kita berdiskusi, meminta arahan dari Kemenhub terkait rencana pembenahan transportasi di Kota Depok, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Saya juga meminta dikawal terkait bagaimana regulasi ke depannya,” tutur Wali Kota Depok, Mohammad Idris kepada wartawan.

Ia menerangkan, salah satu usulan Pemkot Depok ke Pemerintah Pusat adalah pembangunan empat koridor transportasi publik berbasis rel. Untuk itu, ucapnya, dibutuhkan sinergisitas antara daerah dengan pusat. Terutama dalam merespon masalah transportasi ini.

“Dalam studi kelayakan transportasi rel yang disusun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, ke depannya akan dibangun 4 jalur koridor yang nantinya terhubung dengan moda transportasi lainnya,” ujarnya.

Dikatakannya, keempat koridor tersebut yaitu koridor 1 sepanjang 10,8 KM yang dimulai dari Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina sampai Stasiun LRT Cibubur, koridor 2 sepanjang 16,7 KM dari TOD Depok Baru sampai Cinere dan diharapkan dapat terkoneksi dengan stasiun MRT Lebak Bulus.

Kemudian, koridor 3 sepanjang 10,7 KM mulai dari TOD Depok Baru sampai Bojongsari, serta koridor 4 sepanjang 13,8 KM mulai dari TOD Depok Baru sampai TOD Gunung Putri.

“Empat koridor tersebut sudah disusun studi kelayakannya oleh Dishub Kota Depok. Dengan begitu, saya berharap ini bisa ditetapkan menjadi Proyek Strategi Nasional (PSN) serta direalisasikan serta bisa mendapatkan pendampingan dari Kemenhub,” terangnya.

Idris menambahkan, gagasan, usulan produktif, dan saran-saran disampaikan secara dialogis antara Pemkot Depok dengan pihak Kemenhub dan stakeholders-nya. Dengan demikian, diharapkan bisa menghasilkan sebuah solusi dalam menyelesaikan persoalan kemacetan.

“Pertemuan ini disambut baik oleh pihak Kemenhub. Banyak masukan yang diberikan terkait pembangunan transportasi publik berbasis rel ini. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” kata Idris.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana membenarkan adanya wacana pembangunan tersebut. “Benar, itu merupakan hasil dari feasibility study kami,” tutur Dadang.

Dadang mengatakan, pihaknya masih melengkapi dokumen pendukung guna pembangunan transportasi yang direncanakan akan dibangun 4 koridor tersebut. “Kami lagi melengkapi dari pengaturannya, sejalan dengan revisi RTRW saat ini, sementara hasil feasibility study (fs) baru 4 koridor,” kata Dadang.

Setelah studi kelayakan, kata Dadang, pihaknya akan menyusun business plan bersama pemerintah pusat dalam hal ini Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan. “Investasi ini sangat besar, sehingga perlu dicari pola pendanaan yang pas,” tandas Dadang.

Diketahui, dalam studi kelayakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, ke depannya akan dibangun 4 jalur koridor transportasi berbasis rel yang nantinya akan terhubung dengan moda transportasi lainnya. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok