Menu

Mode Gelap
Selasa, 3 Februari 2026 | 19:57 WIB

Depok

Dua Pasien Virus Corona Asal Depok Membaik

badge-check


					Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto Perbesar

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto

Harian Sederhana, Jakarta – Dua warga Depok yang terinfeksi corona kondisinya terus berangsur membaik. Saat ini, kedua pasien tersebut tengah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes, Achmad Yurianto menuturkan, kondisi dua pasien yang terpapar virus corona berangsur membaik. Meski begitu, kedua pasien di RSPI Sulianti Saroso ini tetap harus menjalani karantina.

“Saya telepon Direktur RS, (katanya) kondisinya lebih bagus. Tanpa keluhan apapun tapi tetap harus diisolasi karena kemarin positif (corona),” tuturnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Pusat, Selasa (03/03).

Pria yang ditunjuk sebagai juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona ini mengaku dirinya sempat menjenguk kondisi dua pasien tersebut pada Senin, 2 Maret 2020. Saat dijenguk pada Senin, kata Yuri, keduanya masih mengalami batuk-batuk kecil. Namun, keduanya masih bisa beraktivitas.

“Pasien yang lebih tua sedang duduk membaca majalah. Dia tidak memakai selang oksigen dan tidak diinfus. Suhu tubuhnya 37,5 derajat celsius dan masih batuk sedikit tapi tidak sesak nafas,” kata Yuri.

Untuk wanita yang lebih muda, ia menyebut sudah bisa bermain handphone. Meski sesekali batuk.

“Sementara itu, pasien yang lebih muda sedang bermain handphone. Sesekali batuk dan tidak memerlukan (selang) oksigen,” ujarnya.

Direktur Utama (Dirut) RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengatakan, dua pasien tersebut saat ini sudah bisa berkomunikasi dengan bagus. Bahkan, keduanya sudah tidak demam, batuk dan pilek serta sesak napas.

“Alhamdulillah, kedua pasien ini kondisinya membaik, jadi dia bisa berkomunikasi bagus, demam tidak ada lagi, tinggal batuk-batuk yang sedikit, tidak sesak napas, makan oke dan berkomunikasi bagus,” kata Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

“Pasien bisa komunikasi, bisa WA, video call, tetapi tak boleh dijenguk,” lanjut Syahril.

Seperti diberitakan sebelumnya, awal pekan ini, Indonesia khususnya Kota Depok, Jawa Barat digegerkan informasi dua warganya yang positif corona. Mereka adalah seorang ibu berusia 64 tahun da anaknya yang berusia 31 tahun dipastikan terinfeksi corona.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (02/03).

Presiden Jokowi menjelaskan, ibu dan anak ini sebelumnya sempat berinteraksi dengan warga negara Jepang yang pada akhirnya ditetapkan positif corona. WNA asal Jepang ini diketahui berkunjung ke Indonesia lalu bertemu ibu anak ini. Selepas itu, WA Jepang tersebut berkunjung ke Malaysia.

Di Malaysia juga akhirnya WNA Jepang tersebut menjalani pengecekan laboratorium. Dari hasil pengecekan kesehatan tersebut, WNA Jepang ini pun dinyatakan positif terinfeksi corona.

“Begitu ada informasi minggu yang lalu ada informasi bahwa ada orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana ternyata positif Corona, tim dari Indonesia langsung menelusuri,” tutur Jokowi di Istana Merdeka.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Keluhkan Depok Tidak Berstatus UHC, Ketua Komisi D DPRD Beri Penjelasan Ini

30 Januari 2026 - 04:39 WIB

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Pantai Larangan Tegal Dipenuhi Kayu Gelondongan Berbagai Ukuran

26 Januari 2026 - 22:02 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Deny Kartika Anggota DPRD Kota Depok Minta Pemkot Cek Jalan di Serua

21 Januari 2026 - 16:45 WIB

Trending di Depok