Menu

Mode Gelap
Minggu, 10 Mei 2026 | 12:25 WIB

Depok

Hardiono : Ada Corona, Jangan Panik

badge-check


					Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Hardiono Perbesar

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Hardiono

Harian Sederhana, Depok – Selepas adanya pengumuman dua warga Depok positif terinfeksi corona ternyata membuat keresahan warga setempat. Untuk meredam keresahan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pun melakukan upaya agar warga tidak panik dengan melakukan sosialisasi di wilayah tersebut.

“Pemberitaan soal Corona masuk Depok luar biasa. Kami harap warga jangan panik. Ikuti saran Kementerian Kesehatan. Untuk itu kami membuka crisis center di Balai Kota, tepatnya lantai satu ruangan Bougenville. Sekaligus, call center 112 agar memudahkan masyarakat melapor ketika mengalami gejala-gejala corona,” tutur Hardiono.

Tidak hanya itu, RSUD Depok dijadikan sebagai rumah sakit satelit dan disiapkan tim dokter. Mereka akan menangani pasien-pasien terindikasi virus corona, sebelum nantinya dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.

“Ini langkah kita untuk mendeteksi dini virus corona. Jadi kami harap warga tidak sungkan datang,” katanya.

Pembiayaan bagi mereka yang dirujuk ke RSPI ditanggung lewat anggaran tidak terduga milik Pemkot Depok. Begitu juga, ketika pasien gejala virus tersebut ditangani di RSUD.

“Jadi dari segi fasilitas, maupun pembiayaan dana ditanggung sesuai kebutuhan,” katanya.

Agenda sosialisasi dilaksanakan di area Masjid As Salam Perumahan Studio Alam Kota Depok, yang dikabarkan merupakan kawasan tempat warga yang positif terinfeksi Virus Corona. Dalam pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono, Kepala Diskominfo Sidik Mulyono dan Kepala DKP3 Diah Sadiah.

Di depan warga perumahan itu, Sekda Depok Hardiono mengimbau warga agar tidak panik, karena yang terjadi saat ini merupakan musibah.

“Warga tidak usah panik, karena ini musibah. Sudah barang tentu manusia mencegah dan berupaya mengobati, sehingga tidak menjadi luas. Pemerintah kota memfasilitasi berbagai hal terutama agar tidak sampai menyebar luas corona,” kata Hardiono.

Untuk penanganan virus corona, Pemkot Depok sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Menurut Hardiono, virus memiliki keterbatasan waktu sekitar 14 hari dan akan menular karena medianya.

“Kalau enggak ada medianya, akan mati sendiri, virus tersebut mati. Karena virus itu makhluk hidup ciptaan (Sang) Maha kuasa. Mungkin izin Yang Maha Kuasa, karena itu mari mohon berdoa agar kota ini aman. Jangan sampai meluas (virus corona),” katanya.

Sementara itu, kekinian Pemkot Depok sudah membentuk crisis center di Balai Kota sebagai langkah untuk mendeteksi dan mengetahui penyebaran virus corona. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok