Menu

Mode Gelap
Selasa, 5 Mei 2026 | 09:19 WIB

Depok

Hasbullah Rahmad : Jawa Barat Siapkan Rp16 Triliun untuk Membantu Perekonomian Warga

badge-check


					Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad Perbesar

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad

Politisi PAN tersebut mengaku belum melihat keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menangani kasus covid-19 yang setiap harinya semakin bertambah jumlah ODP maupun PDP-nya.

“Seandainya ada upaya pencegahan, kebanyakan dilakukan oleh TNI-Polri, bukan dari pemerintah. Penyemprotan dilakukan, namun tidak masif,” ujarnya.

Lebih jauh Hasbullah menjelaskan, saat ini Pemprov Jawa Barat harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp 3,6 triliun untuk menangani masalah dan dampak Covid-19 secara keseluruhan di Jawa Barat dari total yang dibutuhkan Rp 16 triliun.

Anggaran itu rencananya akan digunakan untuk mencukupi sekitar 1,6 juta warga Jabar terdampak covid-19. Mengenai akan dialokasikan kemana anggaran tersebut, Has menjelaskan terdapat beberapa poin yang menjadi prioritas Pemprov Jawa Barat.

Yang pertama, sambung Hasbullah, anggaran akan dialokasikan kepada rumah sakit yang membutuhkan alat kesehatan (Alkes) dan berbagai sarana atau fasilitas isolasi bagi pasien.

Kemudian ada anggaran untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara luas dan dilakukan aecara masif, agar warga lebih memahami dan waspada terhadap persebaran virus corona.

“Alokasi terbesar yaitu memberikan subsidi berupa kebutuhan pokok bagi masyarakat yang benar-benar mengalami penurunan atau kegonjangan ekonomi,” ujar Hasbullah.

Hasbullah menyesalkan ketiadaan ruang isolasi khusus di RS yang ada di Kota Depok. “Pemkot Depok harusnya menyiapkan tempat khusus isolasi, kalau tidak ada kan sulit untuk meminimalisir dampak virus tersebut,” katanya.

Hasbullah membandingkan ketegasan (Pemkot) Depok dengan beberapa pemerintah daerah lainnya. Dia mengaku kerap melihat masyarakat tidak mendengarkan apa yang menjadi imbauan pemerintah pusat.

“Pernah saya melakukan penelurusan dari Cianjur, Kota Bogor kemudian Kabupaten Bogor. Disana pada pukul 18.00, mini swalayan sudah kompak menutup tokonya. Coba lihat di Depok? Jam 9 malam pun masih banyak yang buka. Itu kan berpotensi menimbulkan keramaian,” kata Hasbullah.

Dengan kondisi tersebut, ia mengaku sangat prihatin karena upaya yang dilakukan pemerintah sangat sporadis. Dengan kata lain, sambung Hasbullah, gugus tugas yang diperintahkan oleh pemerintah pusat dinilai tidak mempunyai perencanaan atau planning terutama penanggulangan yang terpapar, kemudian pencegahan dan peralatan.

“Terutama peralatan bagi mereka yang bertugas di pelayanan secara langsung oleh pasien, seperti para medis. Apakah mereka sudah terselamatkan dalam sisi medis? Barulah kita bicara tentang data,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok