Menu

Mode Gelap
Minggu, 3 Mei 2026 | 10:15 WIB

Depok

JoTram, Jurus Jitu Pemkot Depok Hadapi Macet

badge-check


					Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana. Perbesar

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana.

Harian Sederhana, Depok – Setelah sempat viral dengan konsep lagu bertajuk pesan-pesan ketertiban berlalu lintas di traffic light, Pemerintah Kota Depok juga bakal mengeluarkan sejumlah terobosan terbaru untuk mengurai kemacetan di kota tersebut. Diantaranya menyiapkan kantung parkir khusus di balai kota hingga menghadirkan Margonda Commuter.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana menyebutkan dua gagasan itu merupakan bagian dari konsep Joyfull Traffic Management atau yang disebut JoTram.

“Nah terkait park and ride di balai kota sebenarnya dalam konsep JoTram ada banyak item yang akan kita lakukan salah satunya yang sudah jadi viral adalah pesan-pesan di traffic light. Itu sebenarnya adalah bagian kecil,” katanya pada wartawan, Senin (29/7/2019).

Langkah besar lainnya terkait konsep JoTram, jelas Dadang, ialah melakukan sederet strategi rekayasa lalu lintas seperti melakukan contra flow, kanalisasi jalur cepat dan lambat, penataan ojek online, pembangunan underpass dan manajeman rekayasa lalu lintas.

“Nah parkir di balai kota adalah salah satu upaya untuk mengoptimalisasikan gedung parkir pada hari Sabtu dan Minggu dengan mendorong warga agar mau naik angkutan publik atau shutle. Di balai kota ada gedung tujuh lantai yang bisa digunakan untuk parkir mobil,” tuturnya.

Nantinya, masyarakat bisa melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan publik yang telah disiapkan khusus dari balikota, Jalan Margonda dengan konsep Margonda Commuter.

“Ini kita godok bersama kebetulan ada bebrapa vendor yang mau gabung Margonda Commuter. Nah, untuk parkir di balaikota tentu tarifnya lebih murah dibanding pusat perbelanjaan,” katanya.

Secara teknis, kata Dadang, angkutan tersebut (Margonda Commuter) adalah bus yang hanya melayani rute kawasan Margonda dengan konsep elektronik transport.

“Jadi angkutan ini hanya muter di wilayah Margonda, dari balaikota, terminal, mal-mal atau pusat-pusat ekonomi. Jadi tidak boleh mengambil sewa di sembarang tempat. Ini dalam rangka mendukung rekayasa lalin yang akan kita jalankan,” katanya.

Dadang menegaskan, pihaknya tidak akan membuat jalur Margonda Commuter layaknya bus way, namun hanya menggunakan jalur lambat. Konsep tersebut akan kembali dimatangkan pada 6 Agustus 2019 melalui mekanisme forum grup discussion atau FGD.

“Jadi semua dalam tahap penggodokan. Nah nantinya akan lakukan FGD yang kedua mengundang steak holder dan teanaga ahli untuk membedah JoyTram,” imbuh Dadang.

Lebih lanjut Dadang menegaskan, wacana tersebut bukanlah mega proyek. “Kita luruskan, ini bukan proyek lagi proyek lagi. Jujur saja, contohnya kita memfasilitasi penataan ojek online kita tidak gunakan APBD tapi kita menggunakan pebndekatan community basse. Kelengkapan jalan memang mengunakan anggaran, tapi mnggunakan anggaran yang sudah ada,” tandasnya.

(*)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok