Menu

Mode Gelap
Selasa, 3 Februari 2026 | 05:11 WIB

Depok

Kaji Ulang Rapid Test Massal

badge-check


					Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Imam Budi Hartono. Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Imam Budi Hartono.

Harian Sederhana, Bekasi – Pelaksanaan Rapid Test Covid-19 terhadap Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pantauan (PDP) di Kota Bekasi yang rencananya dilaksanakan di Stadion Patriot masih menemui kendala.

Salah satu yang menjadi kendala adalah terkait petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) tentang standar operasional prosedur (sop).

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Fraksi PKS Daerah Pemilihan Depok-Bekasi, Imam Budi Hartono mengatakan juklak-juknis dalam pelaksanaan rapid test belum diatur secara baik dan benar.

“Yang menjadi kendala adalah juklak-juknis atau SOP di stadion tersebut yang akan dilakukan belum diatur secara baik,” kata Imam Budi Hartono, Senin (23/03).

Hal itu kata Imam, dikarenakan rapid test sendiri akan diikuti oleh sekitar 1200 masyarakat Kota Bekasi. Artinya akan ada perkumpulan banyak orang dalam satu waktu.

“Mereka melakukan test seperti drive true. Pertanyaannya, jika dilakukan dalam satu waktu tersebut dikhawatirkan yang negatif tertular covid-19,” tutur Imam.

Imam mengaku khawatir jika ODP dan PDP dijadikan satu dengan masyarakat lainnya dalam waktu bersamaan maka akan terjadi penularan yang lebih luar biasa.

“Kami khawatir jika dijadikan satu dengan yang positif, maka yang negatif akan tertular. Artinya penyebaran virus tersebut lebih meluas,” kata Imam.

Untuk itu, sambung Imam, dia menyarankan kepada Ketua Gugus Covid-19 Jawa Barat yaitu Gubernur Ridwan Kamil, untuk mengkaji ulang kebijakan yang telah dibuat.

Dia menilai dengan mengumpulkan banyak orang dalam satu waktu lebih berpotensi meningkatkan jumlah ODP maupun PDP yang positif.

“Meski berkumpulnya diatur jarak dan waktu, kami lebih mengusulkan agar gubernur berfikir ulang untuk melakukan hal ini,” kata Imam.

Imam juga mengatakan belum jelasnya penanganan terhadap terkonfirmasi positif corona menjadi salah satu kendala terbesar yang akan dihadapi. Hal itu merunut kepada pernyataan yang menjelaskan dalam 1200 orang yang akan diperiksa, terdapat 5 persen yang positif corona, artinya terdapat 60 orang yang terkonfirmasi positif corona.

“Setelah hasilnya keluar dan dinyatakan ada yang positif, lantas dibawa kemana selanjutnya? Ruangnya sudah ada ga?” tegas Imam.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Keluhkan Depok Tidak Berstatus UHC, Ketua Komisi D DPRD Beri Penjelasan Ini

30 Januari 2026 - 04:39 WIB

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Pantai Larangan Tegal Dipenuhi Kayu Gelondongan Berbagai Ukuran

26 Januari 2026 - 22:02 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Deny Kartika Anggota DPRD Kota Depok Minta Pemkot Cek Jalan di Serua

21 Januari 2026 - 16:45 WIB

Trending di Depok