Menu

Mode Gelap
Minggu, 31 Mei 2026 | 18:32 WIB

Depok

Lestarikan Budaya, Sanggar Tari Dhero Terus Berkarya

badge-check


					Para penari di Sanggar Tari Dhero di kawasan Beji. Perbesar

Para penari di Sanggar Tari Dhero di kawasan Beji.

Harian Sederhana, Depok – Sanggar Tari Dhero yang berlokasi di Kecamatan Beji terus berkarya dan melestarikan budaya Nusantara.

Owner Sanggar Tari Dhero, Dewi Yuliani kepada wartawan pada Rabu (4/12) mengatakan, Sanggar Tari Dhero sudah menjelang usia lima tahun dan kerap tampil di berbagai even dan perfomance seperti di pembukaan HUT Jakarta.

“Anak-anak kami terakhir tampil di Pulau Dewata, Bali pertunjukan yang luar biasa,”katanya.

Dikatakannya, sebuah sanggar tari berumur, masih tetap eksis sampai sekarang, tampil memukau di berbagai Festival Budaya Anak Bangsa dalam rangkaian acara merayakan HUT Jakarta.

Sanggar Tari Dhero namanya. Mereka yang tampil anak-anak semua, yang tetap semangat dalam melestarikan tari kesenian tradisional

Awal membentuk sanggar tari ini, diungkapkanya, di garasi rumah di Tanah Baru, kemudian pindah memanfaatkan fasilitas umum pendopo di Kantor Kecamatan Beji.Sanggar ini memang selalu menampilkan tari tradisional Nusantara.

“Tergantung eventnya, kalau event budaya Melayu tarinya tari Melayu, tapi kalau tidak ada permintaan, kadang tari yang memang disenangi anak-anak atau tari yang sudah dipelajari anak-anak,“katanya.

Indonesia memiliki beragam suku bangsa dengan budayanya yang memukau. Disetiap suku memiliki keunikan budaya masing-masing.

“Sayang, sekarang ini banyak orang tidak peduli, bahkan tidak menyadari kebesaran budaya kita sendiri ini. Mereka pelan-pelan meninggalkannya. Khususnya tari-tari tradisional,” ujarnya.

Efek globalisasi, banyak dari remaja-remaja yang mulai tidak aware dengan kebudayaannya sendiri. Mereka lebih tertarik mempelajari sesuatu yang berbau asing, karena dianggap lebih tren dan gaul.

“Boleh saja tarian modern tersebut masuk ke Indonesia, tapi alangkah baiknya jika tidak melupakan tarian sendiri. Apabila banyak remaja yang meninggalkan tarian tradisional, lalu siapa yang nantinya akan meneruskan kebudayaan Indonesia,” ujarnya mengingatkan.

Ketakutan terbesar terbesarnya adalah apabila tarian tradisional ini punah, dan nantinya harus mempelajarinya dari orang asing.

“Akhirnya, tarian kita ini lestari di negeri orang bukan di negeri kita sediri,” katanya.

Dan sebenarnya tarian Indonesia itu sangat diapresiasi oleh orang-orang di seluruh dunia. Menurut waktu anak anak pentas menari Bali yang berhasil membuat takjub orang-orang yang berada di sana. Mereka terpukau akan tarian yang di bawakannya tersebut.

Dia berharap agar Sanggar yang dibentuknya ini bisa terus berkreasi di tingkat Depok, nasional bahkan mancanegara sehingga tarian nusantara ini tetap ada. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PT Karabha Digdaya dan IJTI Depok Gelar Innovation Challenge Penanganan Sampah

20 Mei 2026 - 13:33 WIB

Begini Tanggapan PT Immortal Cosmedika Indonesia Terkait Demo Serikat Pekerja di Depok

20 Mei 2026 - 00:25 WIB

Damkar Depok Evakuasi Ular Sanca 3 Meter di Rumah Warga Sukmajaya

13 Mei 2026 - 14:43 WIB

Damkar Depok Evakuasi Anak Terkunci di Dalam Mobil

13 Mei 2026 - 14:40 WIB

Lagi Bermain Hujan dan Terseret Arus, Balita 3 Tahun di Depok Ditemukan Meninggal Dunia

12 Mei 2026 - 14:58 WIB

Trending di Depok