Menu

Mode Gelap
Minggu, 3 Mei 2026 | 02:26 WIB

Depok

Mahasiswa Universitas Gunadarma Ciptakan RoboHelm

badge-check


					Mahasiswa Universitas Gunadarma Ciptakan RoboHelm Perbesar

Harian Sederhana, Depok – Mahasiswa dan Tenaga ahli Universitas Gunadarma akhirnya berhasil mengembangkan sejumlah alat ventilator yang disebut-sebut efektif untuk menangani berbagai persoalan terkait pernafasan, seperti untuk pasien Covid-19.

Salah satu alat yang diunggulkan kampus itu adalah Robovent dimana telah berhasil lulus uji Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta, sebagai perangkat resutitator emergensi ventilator pada tanggal 18 Mei 2020 dan saat ini sedang dilakukan uji klinis untuk memperoleh ijin produksi.

Rektor Universitas Gunadarma, Prof Margianti kepada wartawan, baru-baru ini mengatakan, Robovent-1 ini dibuat sebagai kontribusi Universitas Gunadarma membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, yaitu membantu pasien yang menderita gagal nafas akibat Covid-19 pada gejala klinis tahap dua.

Dirinya menjelaskan, pengembangan Robovent-1 ini bekerja sama dengan PT. Sari Teknologi dan PT. Inti Inovasi Teknologi. Proses pengujian teknis BPFK dilakukan secara lengkap mencakup: volume tidal (vt), respiratory rate (RR), rasio inspirasi dan ekspirasi (I/E), PEEP, PIP, keselamatan kelistrikan, kehandalan, serta system alarm.

Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma, Adang Suhendra menambahkan alat bantu pernafasan berbasis Internet of Things (IoT) ini merupakan buah karya sejumlah pakar Universitas Gunadarma yang terdiri dari Falkutas Teknologi Industri, Falkutas Kedokteran, dan Falkutas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi terlibat langsung dalam riset pengembangan alat tersebut.

“Kelebihan Robovent-1 dibandingkan dengan yang sudah ada adalah teknologi IoT, dimana tenaga medis dapat memantau pasien secara jarak jauh sehingga sangat cocok untuk penanganan pasien penyakit menular seperti Covid-19,” katanya.

System alarm, merupakan LCD display serta berbasis IoT. “Robovent-1 merupakan ventilator low budget karena 85% komponen material berasal dari dalam negeri (TKDN).

Sementara itu, PIC research Yohanes Kurnia selaku pengajar Robotika Gunadarma mengungkapkan, selain Robovent-1, saat ini produk lain yang sudah didaftarkan untuk dilakukan pengujian teknis di BPFK adalah, Nurse Care (N-CPAP)+High Flow Nasal Canule, HFNC Only, Ventilator ICU pneumatic, Powered Air Purifying Respirator (PAPR), RoboHelm dan Kamera pengukur suhu tubuh.

RoboHelm Ringankan Beban Negara

Selain itu, Universitas Gunadarma juga telah menghasilkan produk inovatif hasil penelitian yang terkait Covid-19 adalah, perangkat lunak aplikasi medis untuk pendeteksian kanker paru dalam ruang 2 dan 3 dimensi, sistem pakar untuk diagnosis kanker paru LCDiagnosis, sistem monitoring Covid-19.

Yohanes menjelaskan, khusus RoboHelm, adalahs alah satu alat yang cukup efektif dan mudah untuk digunakan.

Bahkan karena ukurannya hanya seperti koper, alat ini disebut-sebut mampu dibawa tenaga medis hingga ke daerah pelosok.

“RoboHelm adalah helm cpap yang merupakan modifikasi dari Tim RoboVent yang dapat digunakan semua alat cpap,”katanya.

Kelebihan RoboHelm dibandung sungkup hidung maupun muka adalah, lebih nyaman digunakan, mengurangi resiko kontaminasi ke ruang perawatan dan tenaga medis, kemudian mengurangi dampak lecet di kulit akibat tekanan, sehingga dapat digunakan lebih lama.

“Alat ini jauh lebih murah dan sangat-sangat bisa untuk memangkas biaya kesehatan khususnya penanganan Covid. Jadi kalau ini digunakan saya yakin kita akan dapat dengan cepat memulihkan keadaan,”katanya.

Gunadarma berharap, produk-produk inovasi yang telah dikembangkan diharapkan dapat digunakan secara luas baik oleh rumah sakit maupun puskesmas di Indonesia dan berpeluang dapat diekspor ke manca negara. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok