Menu

Mode Gelap
Senin, 4 Mei 2026 | 07:43 WIB

Depok

Nambo Belum Selesai

badge-check


					Nambo Belum Selesai Perbesar

Harian Sederhana Harapan masyarakat untuk membuang sampah ke Nambo belum bisa terealisasi pada Juni 2020. Proyek TPPAS Nambo baru bisa dilaksanakan akhir tahun 2020.

Kegiatan fisik berlanjut belum selesai, karena kemarin ada anggaran yang harus dibayarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekarang sudah selesai urusan anggaran tersebut, penyandang dana sudah selesai tinggal menggenjot percepatan progres lapangan saja.

Namun, karena sudah ada keterlambatan, diperkirakan akan ada keterlambatan operasional yang tadinya direncanakan bulan Juni 2020 menjadi Oktober 2020.

Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat rencananya akan mengundang seluruh daerah terkait, untuk penjelasan tentang hal tersebut. Surat Bupati Bogor, Ade Yasin soal tuntutan kompensasi lahan mereka seluas 15 hektar di Nambo yang menjadi bagian dari TPPAS akan dibicarakan antara Jawa Barat dan Kabupaten Bogor.

Kompensasinya belum disepakati seperti apa. Diantaranya mereka minta keringanan tipping fee atau bisa saja diganti lahan lain juga.

Dengan terlambatnya pembuangan sampah ke Nambo, Pemerintah Kota Depok harus dapat mengantisipasi hal tersebut. TPA Cipayung yang sudah jenuh dan tak mungkin lagi sampah dibuang kesana. Beberapa saran yang perlu dikerjakan Pemerintah Kota Depok sebagai berikut :

  1. Pemerintah Kota Depok harus gencar gerakan memilah sampah, seluruh warga diperintahkan memilah sampah, sehingga volume sampah akan berkurang banyak yang akan masuk ke TPA Cipayung.
  2. Membangun gerakan bersama dengan lurah dan RT/RW agar semua warga memilah sampah dan dibiayai oleh APBD Kota Depok atau jika tidak memungkinkan meminta CSR dari lembaga-lembaga ekonomi yang ada di Depok.
  3. Berikan fasilitas dan alat-alat untuk warga dalam memilah sampah, agar gerakan ini berhasil. Seperti tong sampah pemisah, pengadaan alat pemeroses sampah, baik dijadikan pupuk untuk sampah organik dan produk manfaat lain untuk sampah anorganiknya.
  4. Beri reward atau hadiah ke RW/RT yang bisa melakuan zero waste. Ditempat-tempat umum jangan dibuatkan tempat sampah, semua sampah harus dibawa ke rumah yang akan di proses di RT/RW masing-masing.
  5. Pendidikan membuang sampah dari mulai Paud atau TK dan semua para pelajar digencarkan sehingga menjadi gerak masif dan populis di Kota Depok. (*)
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok