Menu

Mode Gelap
Minggu, 3 Mei 2026 | 11:16 WIB

Depok

Ratusan Siswa Darul Abidin Berlatih Hadapai Gempa

badge-check


					Foto: Istimewa Perbesar

Foto: Istimewa

Harian Sederhana, Beji Timur – Siswa Darul Abidin mulai tingkat TK hingga SMPIT mendapatkan pelatihan menghadapi bencana gempa di lingkungan sekolahnya di Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji pada Rabu (28/8).

Perwakilan dari Sekolah Islam Darul Abidin Harry W.A kepada wartawan mengatakan, dalam pelatihan ini pihaknya menggandeng Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang memberikan pelatihan mengenai mitigasi kepada siswa, guru Sekolah Islam Terpadu Darul Abidin.

Menurut dia, kegiatan simulasi itu merupakan langkah positif untuk membudayakan pengurangan risiko bencana gempa bumi.

Apalagi, kata dia, Indonesia Indonesia berada dalam kawasan Cincin Api Pasifik

Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire adalah istilah yang digunakan untuk menyebut wilayah yang sering mengalami letusan gunung berapi aktif dan gempa bumi.

Cincin Api Pasifik meliputi wilayah cekungan Samudra Pasifik.
Disebut Ring of Fire karena wilayah tersebut memiliki bentuk tapal kuda wilayah dengan indeks risiko bencana yang tinggi seperti terjadinya Gempa Bumi karena adanya lempengan Ring Of Fire.

Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire adalah istilah yang digunakan untuk menyebut wilayah yang sering mengalami letusan gunung berapi aktif dan gempa bumi. Cincin Api Pasifik meliputi wilayah cekungan Samudra Pasifik.

“Tujuannya yang kami lakukan ialah biar anak-anak lebih terampil dan lebih waspada terhadap peristiwa bencana. Yang kedua, juga buat guru, Mereka diberi pelatihan juga buat memberikan pertolongan,” ujarnya.

Harry menambahkan pihak sekolah sudah mempersiapkan lima titik lokasi kumpul jika sewaktu-waktu terjadi gempa mereka sudah dipersiapkan lokasi titik kumpul.

“Di sekolah kami sudah dilengkapi lima titik kumpul dimana jika ada kejadian siswa, guru sudah tahu lokasinya sehingga mereka tidak salah lokasi saat terjadinya bencana,” terangnya.

Di lokasi sama, Training Education and Development Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Erry Septiadi menambahkan, sejak dini anak-anak harus dikenalkan dengan tata cara penanggulangan bencana, terutama tahu teknik penyelamatan diri saat terjadi bencana.

Dalam pelatihan itu, menurut dia, para siswa dibekali materi mitigasi bencana saat terjadi gempa serta penanggulangan kebakaran.

Para siswa diajak mengenali karakter bencana gempa bumi dan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi gempa bumi.

Dia berharap pelatihan mitigasi bencana dapat terus berkelanjutan tidak hanya terbatas di sekolah-sekolah.

Mitigasi bencana juga dapat dilakukan bersama masyarakat mengingat Indonesia merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana alam yang cukup beragam. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok