Menu

Mode Gelap
Kamis, 7 Mei 2026 | 18:02 WIB

Depok

Rumah Diberi Police Line, Tukang Kebun Dievakuasi

badge-check


					Pemeriksaan rumah korban yang terjangkit virus corona di wilayah Sukmajaya, Kota Depok, Senin (02/03). Perbesar

Pemeriksaan rumah korban yang terjangkit virus corona di wilayah Sukmajaya, Kota Depok, Senin (02/03).

Harian Sederhana, Depok – Beberapa petugas medis terlihat melakukan pemeriksaan rumah korban yang terjangkit virus corona di wilayah Sukmajaya, Kota Depok, Senin (02/03).

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, petugas melakukan evakuasi terhadap satu orang penghuni yang diketahui merupakan tukang kebun rumah tersebut. Petugas dari Polsek Sukmajaya pun tampak telah memasang garis polisi di sekitar rumah.

“Ini police line sekadar pengamanan, jangan sampai melewati karena informasi dari Dinkes ada yang mengamankan asisten rumah tangga,” kata Kapolsek Sukmajaya, Ajun Komisaris Polisi Ibrahim, di lokasi.

Ibrahim mengatakan, garis pembatas ini memiliki jarak sekira 20 meter dari posisi terakhir di mana pasien berada. “Menurut aturan Dinkes, kita harus berada di radius 20 meter,” ujarnya.

Sampai dengan sore ini, hanya satu orang yang telah dievakuasi dari dalam rumah tersebut. “Terakhir satu orang, pembantunya. Dua di antaranya sudah di rumah sakit. Dinkses yang bawa,” kata Ibrahim.

Sementara, Ketua RT setempat, Teguh Prawiro membenarkan ada dua warganya terjangkit corona. Ia mengatakan, keduanya dalam kondisi baik dan sudah mendapat penanganan medis dari tim dokter. Hal ini diketahui dirinya kala berkomunikasi dengan ibu usia 61 tahun yang dirawat bersama seorang anaknya berusia 31 tahun.

“Satu jam yang lalu saya berkomunikasi dengan beliau masih baik-baik saja. Yang bersangkutan bilang dirawat dengan baik,” tutur Teguh.

Dari hasil perbincangannya, ibu berusia 61 tahun itu berharap dapat segera sembuh dan beraktivitas kembali seperti biasa. Teguh juga menuturkan perawatan yang dijalani biasa saja tak seseram seperti bayangan masyarakat karena dapat menggunakan handphone.

“Beliau mengatakan dirawat dengan baik dan berharap mendapat kesembuhan. Baru saja berkomunikasi, jangan dibayangkan tidak bisa berkomunikasi,” ujarnya.

Perihal penjemputan tukang kebun dan penyemprotan cairan desinfektan oleh Dinas Kesehatan Kota Depok sekira pukul 15.00 WIB tadi. Teguh mengaku tak tahu pasti karena tiba di rumahnya selepas penjemputan dan penyemprotan cairan desinfektan berlangsung.

“Saya enggak tahu kalau itu, karena baru datang. Tapi saya sudah minta untuk penyemprotan cairan desinfektan lagi, minta ke Dinas Ketahanan,” tuturnya.

Terpisah, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengimbau warga yang tinggal di satu komplek dengan pasien yang positif terkena virus corona untuk tidak melakukan aktivitas selama 14 hari sejak kemarin. Sebab, Dinkes Depok akan menerjunkan petugas medis untuk mengecek seluruh warga yang ada di komplek perumahan tersebut.

“Diharapkan tidak beraktivitas dan di dalam rumah saja. Kalau memang tidak terlalu penting untui keluar rumah,” kata Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono kepada wartawan di Balai Kota Depok.

Petugas yang akan turun kara dia, akan mengecek seluruh warga yang ada di perumahan tempat dua warga positif Corona. Mereka akan menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) untuk memantau semua warga di sana dan mengecek suhu tubuh pagi dan sore.

“Dari hari ini selama 14 hari kedepan sejak hari ini,” kata Sidik.

Himbauan ini dilakukan bukan untuk menakut-nakuti warga justru untuk meminta kesadaran warga agar menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran Corona meluas.

Selama 14 hari ke depan, Sidik mengatakan pihaknya akan melakukan monitor terhadap warga agar jika ada gejala-gejala tertentu, dapat segera ditangani. “Kalau nanti ngga ada gejala ya alhamdulilah,” ujar Sidik.

Sidik mengatakan, warga di sekitar komplek tempat korban tinggal ternyata ada beberapa warga yang sudah berinteraksi, karena kekeluargaan jadi warga datang menjenguk di rumah dua orang positif corona itu. Sementara saat warga datang menjenguk ke rumah korban, korban diketahui belum terindikasi virus corona.

“Saya dapat keterangan dari ketua RT setempat bahwa pada hari Minggu (01/03) ada empat orang warga yang menjenguk pemilik rumah positif corona. Saya sampaikan ke pak RT, tolong warga yang kemarin hari Minggu diisolasi sementara selama 14 hari,” pungkas Sidik. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok