Menu

Mode Gelap
Selasa, 12 Mei 2026 | 08:43 WIB

Depok

Sekolah Pra Nikah, Strategi Jitu Ciptakan Keluarga Berkualitas

badge-check


					Sekolah Pra Nikah, Strategi Jitu Ciptakan Keluarga Berkualitas Perbesar

Harian Sederhana, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan inovasi dalam rangka membentuk keluarga berkualitas serta menguatkan program Ketahanan Keluarga di kota ini. Salah satunya melalui program Sekolah Pra Nikah yang menjadi komitmen Pemkot dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk berkeluarga.

Tujuan dari program tersebut untuk para generasi milenial agar mengerti soal pernikahan, serta pendidikan yang nantinya dapat bermanfaat saat mereka menikah nanti. Selain itu, kegiatan ini diadakan dalam rangka menekan permasalahan atau ketidakharmonisan dalam sebuah keluarga yang akhirnya berujung pada perceraian.

Seperti diketahui, angka perceraian di kota penyangga Ibu Kota DKI Jakarta ini masih cukup tinggi. Hingga Agustus 2019, Pengadilan Agama Kota Depok mencatat sebanyak 1.910 kasus perceraian. Hal ini juga yang menjadi alasan Pemkot Depok menelurkan program ini.

Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari menuturkan, secara naluriah manusia merindukan rumah tangga dengan keluarga yang berkualitas. Untuk merealisasikannya, dibutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang sejak usia remaja.

“Karenanya kami menelurkan program ini. Melalui Sekolah Pra Nikah, pemerintah hadir dalam mencari solusi mengatasi permasalahan seperti kenakalan remaja, dan lain sebagainya. Kita juga berharap melalui Sekolah Pra Nikah dapat menekan angka perceraian di kota ini,” tutur Nessi, Selasa (10/12).

Melalui program ini juga dalam rangka mewujudkan program Ketahanan Keluarga yang mana pada akhirnya menyukseskan program Depok Ramah Keluarga. Untuk itu, pihaknya memperkuat pondasi utama yakni keluarga.

Diharapkan melalui program ini, lanjut Nessi, tercipta keluarga yang tangguh dalam menyelesaikan segala persoalan anak, suami dan istri. Termasuk juga mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Guna membangun sebuah rumah tangga yang berketahanan tidak hanya bisa bermodalkan cinta saja. Namun, keluarga juga harus mempersiapkan faktor ekonomi. Calon ayah juga harus menyiapkan mental yang kuat, sehingga saat mendapat masalah bisa menyelesaikan dengan bijak. Calon istri juga kita beri pemahaman bagaimana menjadi ibu yang kuat terutama dalam mendidik anak menjadi generasi emas,” papar Nessi.

Sekolah Pra Nikah ini juga diklaim menjadi strategi jitu dalam menjadikan keluarga berkualitas. Karena selain pemberian materi seputar dunia rumah tangga, peserta juga diberi pengetahuan mengenai kekuatan ekonomi dari keluarga, kesehatan reproduksi, psikologis pernikahan, serta tumbuh kembang anak.

“Program ini juga diisi dengan materi yang lengkap seperti mengenai hukum agama, hukum negara, ekonomi keluarga, psikologi suami dan istri, atau pun teori pengasuhan. Selain itu kita hadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, seperti psikolog, wirausaha dan dokter,” kata Nessi.

“Dengan narasumber yang berkompeten, kami ingin memberikan pemahaman mengenai delapan fungsi keluarga, membekali remaja dengan kecakapan hidup, membantu penyiapan kehidupanan berkelanjutan dan terencana bagi remaja dalam menempuh jenjang pendidikan, dan menikah,” timpalnya lagi.

Lahirnya keluarga yang berkualitas, sambungnya, maka secara tidak langsung menjaga anak-anak menjadi generasi emas di masa yang akan datang. Terciptanya anak-anak yang berkualitas tentu dimulai dari kuat dan kokohnya ketahanan keluarga.

“Untuk itu, pada Sekolah Pra Nikah kita ajarkan para calon ibu dalam mendidik anak sejak dalam kandungan. Sebab apa yang dilakukan orang tua akan dicontoh oleh si anak. Maka perlakuan orang tua harus betul-betul sesuai tumbuh kembang anak. Harapannya anak-anak kita kelak menjadi generasi unggul yang akan melanjutkan pembangunan kota dan negara ini di masa mendatang,” imbuhnya.

Ia menerangkan, program ini pertama kali diluncurkan di tahun 2018, kemudian dilanjutkan di 2019 yang terdiri dari lima angkatan. Pada setiap angkatannya, diikuti oleh 50 remaja. Para peserta rata-rata di atas 20 tahun atau masuk dalam kategori usia calon menikah.

“Alhamdulllah respon dari masyarakat cukup baik, dan Sekolah Pra Nikah sendiri juga mendapatkan apresiasi dari Komisi D DPRD Kota Depok. Semoga dengan program ini, semakin banyak terlahir keluarga berkualitas,” tutup Nessi. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok