Menu

Mode Gelap
Kamis, 7 Mei 2026 | 19:26 WIB

Depok

Virus Corona Masuk Depok

badge-check


					Rumah kediaman korban yang terinfeksi virus corona berada di Perumahan Studio Alam Indah, Kelurahan dan Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. (FOTO : Istimewa) Perbesar

Rumah kediaman korban yang terinfeksi virus corona berada di Perumahan Studio Alam Indah, Kelurahan dan Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. (FOTO : Istimewa)

Harian Sederhana, Jakarta – Awal pekan ini, Indonesia khususnya Kota Depok, Jawa Barat digegerkan informasi dua warganya yang positif corona. Mereka adalah seorang ibu berusia 64 tahun da anaknya yang berusia 31 tahun dipastikan terinfeksi corona.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (02/03).

Presiden Jokowi menjelaskan, ibu dan anak ini sebelumnya sempat berinteraksi dengan warga negara Jepang yang pada akhirnya ditetapkan positif corona. WNA asal Jepang ini diketahui berkunjung ke Indonesia lalu bertemu ibu anak ini. Selepas itu, WA Jepang tersebut berkunjung ke Malaysia.

Di Malaysia juga akhirnya WNA Jepang tersebut menjalani pengecekan laboratorium. Dari hasil pengecekan kesehatan tersebut, WNA Jepang ini pun dinyatakan positif terinfeksi corona.

“Begitu ada informasi minggu yang lalu ada informasi bahwa ada orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana ternyata positif Corona, tim dari Indonesia langsung menelusuri,” tutur Jokowi di Istana Merdeka.

Dari hasil penelusuran tim inilah diketahui kalau ada riwayat pertemuan antara WNA Jepang ini dengan dua WNI yang diketahui berinisial NT (31) dan MD (64). Dari informasi yang dihimpun, kediaman korban berada di Perumahan Studio Alam Indah, Kelurahan dan Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

“Dua-duanya positif corona itu ada di Indonesia, di sini,” ujar Presiden Jokowi.

Sebelumnya, seorang pria asal Jepang memang dinyatakan positif terjangkit virus corona setelah kembali dari Indonesia. Pria tersebut dilaporkan mengalami gejala-gejala seperti flu saat masih berada di Jepang. Namun, karena berdasarkan hasil diagnosis ia tak terdeteksi mengalami pneumonia, ia tak dirawat di rumah sakit.

Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia memiliki kesiapan dan perlengkapan yang memadai untuk menangani kasus pertama ini. Pemerintah terus melakukan upaya untuk menekan penyebaran virus corona.

“Lebih dari 100 rumah sakit yang siap dengan ruang isolasi mengenai virus corona dengan standar isolasi yang baik. Kita juga memiliki peralatan yang memadai sesuai dengan standar internasional. Kita juga memiliki persiapan untuk reagen,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan bahwa dirinya telah membentuk tim gabungan TNI-Polri serta sipil untuk melakukan penanganan di lapangan. Pemerintah juga menjamin ketersediaan anggaran untuk melakukan pengobatan, penanganan, serta pencegahan agar virus corona tidak menyebar.

“Ini juga diprioritaskan untuk menangani ini. Karena, kalau kita tidak serius menangani ini, dianggap tidak serius. Ini sangat berbahaya karena memang penyakit ini perlu kita waspadai dan perlu hati,” ujarnya.

Masih ditempat yang sama, Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto membenarkan adanya temuan kasus pertama corona di Indonesia berasal dari Kota Depok

“Di sini, di rumahnya di Depok,” ujar Terawan.

Terawan menerangkan, kedua pasien positif corona itu pun saat ini tengah dirawat intensif di ruang khusus isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof dr Sulianti Saroso, Jakarta.

Kabar mengenai WN Jepang yang positif corona dan sempat bertandang ke Indonesia muncul pada akhir Februari lalu. Saat itu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan bahwa pemerintah masih menunggu data epidemiologi dari WN Jepang tersebut.

“Apa benar dia sudah ke sini, di mananya, di sana diperiksa setelah berapa hari, terus sakitnya apa. Itu harus detail,” imbuhnya.

Terawan berpendapat, pemerintah harus berhati-hati dalam menyikapi kasus corona ini. Ia menegaskan, pemerintah baru akan bertindak atau mengambil keputusan berdasarkan data yang diterima. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novi Anggriani Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 09:44 WIB

Pendekatan Seni dan Budaya Lokal, Hasbullah Rahmad Sapa Warga

26 April 2026 - 22:47 WIB

Momen HUT ke 27 Kota Depok Sambil Sambut Porpov 2026: Jadi Tuan Rumah

26 April 2026 - 22:44 WIB

10.200 Peserta Ramaikan Jalan Santai di Sukmajaya: Meramaikan HUT ke 27 Kota Depok

26 April 2026 - 22:41 WIB

Penjelasan WNA Asal Inggris Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026 - 10:35 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok mencatat ada 182 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang mencari suaka di Kota Depok.
Trending di Depok