Menu

Mode Gelap
Selasa, 3 Februari 2026 | 09:57 WIB

Bekasi

Bantuan Sosial Sembako Berlabel Foto Bupati Disorot

badge-check


					Bansos sembako untuk warga diberi label atau stiker Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja. Perbesar

Bansos sembako untuk warga diberi label atau stiker Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.

Harian Sederhana, Cikarang Pusat – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solidaritas Transparansi Pemerhati Indonesia (Sniper) menyorot soal bantuan sosial atau bansos yang disalurkan ke masyarakat selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, bansos yang disalurkan diberi label atau stiker Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja. LSM Sniper pun sangat menyayangkan hal tersebut. Hal ini karena penempelan stiker ini telah menciderai perasaan warga Kabupaten Bekasi.

Ketua LSM Sniper, Gunawan mengatakan kalau dirinya sangat mengapresiasi langkah-langkah penanganan percepatan penyebaran virus corona atau Covid-19. Salah satunya dalam memberikan bantuan sosial sebanyak 152 ribu paket untuk warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

“Yang kita sayangkan kenapa dibumbui dengan stiker yang tertempel di kemasan bansos tersebut. Padahal kalau mau bijak dan tulus membantu rakyatnya tentu yang harus dipasang cukup dengan menempelkan logo Pemkab Bekasi,” tuturnya kepada wartawan, Selasa (21/04).

“Terkecuali bansos yang ditempeli stiker bupati yang akan didistribusikan kepada warga terdampak berasal dari dana pribadinya sendiri (Bupati Eka-red),” tambahnya lagi.

Ia menerangkan, stiker bergambar foto bupati bukan hanya tertempel di dus kemasan bansos. Namun, pada beras bantuan juga tertempel stiker yang sama.

“Sudah berapa banyak stiker terpasang. Tentunya stiker-stiker tersebut dibuat menggunakan anggaran daerah,” ujarnya.

Seandainya, biaya anggaran daerah digunakan untuk pembuatan stiker tersebut dibelanjakan untuk membeli kebutuhan sembako untuk rakyat yang sedang dalam kesulitan, tentu akan lebih bermanfaat dan maslahat untuk kemanusiaan.

“Hal ini semata-mata hanya untuk membukakan mata hati buat kita semua bahwa saat ini semua harus bersama-sama membantu kemanusiaan. Lebih parahnya lagi bantuan kemanusiaan yang diembel-embeli foto atau stiker bupati berasal dari bantuan non tunai dari pemerintah pusat atau kementerian,” jelasnya.

Artinya dalam kontek hal ini, sambungnya, tidak pantas dan tidak tepat pemerintah daerah memberikan bantuan sosial buat masyarakat diembel-embeli dengan stiker atau foto bupati.

“Bukan saatnya bantuan kemanusiaan tersebut untuk komoditas politik karena ini bantuan kemanusiaan. Pemerintah daerah berkewajiban membantu kesulitan masyarakat disaat mewabahnya Covid-19. Terlebih lagi bantuan itu bersumber dari APBN,” ujarnya.

“Ini yang perlu diluruskan bahwa dengan viralnya stiker atau foto bupati yang ditempel pada bantuan non tunai yang berasal dari kementerian dinilai kurang mendidik kalau ini terus dilakukan,” tandasnya. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Lembaga Survei KedaiKOPI Rilis Riset Soal Kriteria Pemimpin Ideal, Ini Hasilnya

12 Januari 2026 - 14:32 WIB

Kementerian Kebudayaan Gelar Apresiasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

18 Desember 2025 - 12:59 WIB

KPK Masih Usut Soal Penyaluran Dana CSR BI dan OJK

14 Desember 2025 - 14:12 WIB

Trending di Nasional