Menu

Mode Gelap
Senin, 2 Februari 2026 | 06:36 WIB

Karawang

Bupati ‘Pelototi’ Distribusi Logistik Banjir Rengasdengklok

badge-check


					Kedatangan Bupati Karawang bersama Dandim 0604/Karawang Medi Hariyo Wibowo Perbesar

Kedatangan Bupati Karawang bersama Dandim 0604/Karawang Medi Hariyo Wibowo

Harian Sederhana, Karawang – Tingginya intensitas hujan yang membuat tiga desa di Kecamatan Rengasdengklok banjir. Ini merupakan siklus lima tahunan. Hal tersebut dikatakan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana saat mendatangi lokasi banjir di perbatasan Desa Rengasdengklok Utara dan Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Senin (24/02).

Kedatangan Bupati Karawang bersama Dandim 0604/Karawang Medi Hariyo Wibowo dan Camat Rengasdengklok Sri Redjeki untuk memastikan suplai bantuan logistik kepada para korban terdampak banjir telah terdistribusikan dengan baik.

“Saya ke sini ini untuk memastikan bantuan logistik, kita sudah koordinasi. Malah udah dari tadi siang Pak Dandim berada di sini (Rengasdengklok-red),” kata Cellica kepada sejumlah awak media.

Dengan luasnya daerah yang dilanda banjir, lanjut Bupati, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang akan menambah keberadaan dapur umum dan menyediakan selimut buat warga terdampak banjir yang ada di pengungsian.

“Sudah ada dapur umum dari BPBD, tetapi kalau lihat lokasi di sini, ini terlalu jauh dari dapur umum BPBD. Harus dibikin dapur umum kedua untuk dua desa. Saya sudah koordinasi dengan PSM Rengasdengklok Utara untuk dibuatkan dapur umum di sini,” tutur Bupati.

Masih menurut Cellica, selain bantuan logistik, langkah penanganan banjir Rengasdengklok dalam jangka pendek adalah Pemkab Karawang akan melakukan proses pengeringan genangan air dengan menggunakan mesin pompa.

“Karena kalau tidak di pompa, genangan air ini membutuhkan waktu dua bulan untuk benar-benar surut. Secara solusi ini harus dipikirkan bersama antara pemerintah daerah, provinsi maupun pemerintah pusat,” pungkasnya.

Sebelumnya, tiga desa di Kecamatan Rengasdengklok banjir. Sehingga ribuan jiwa masyarakat menjadi korban dan sebagian lainnya harus terpaksa mengungsi, Minggu (23/2).

Meski Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang telah turun langsung untuk melakukan evakuasi warga, namun sejumlah warga korban banjir yang sedang sakit di tempat pengungsian dalam penanganan Puskesmas Rengasdengklok, mengaku belum mendapat suplai makanan.

“Belum ada makanan, dari pagi tadi belum makan, gimana mau minum obat. Rumah kan kebanjiran, selain makanan kita juga butuh botol susu untuk anak,” kata Anih (50) warga Dusun Krajan B Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok kepada awak media, usai mendapat layanan medis dari Puskesmas keliling Rengasdengklok.

Sebelumnya Kalak BPBD Kabupaten Karawang, Yasin Nasrudin mengatakan ada tiga desa di Kecamatan Rengasdengklok yang dilanda banjir setelah Minggu malam diguyur hujan lebat.

“Desa Kertasari, Rengasdengklok Selatan dan Desa Rengasdengklok Utara, ketinggian air 30 sampai 100 sentimeter, belum semua laporan masuk terkait korban terdampak banjir, baru dari Desa Kertasari. Ada 1.863 jiwa terdampak banjir di Kertasari dari Dusun Krajan A dan Dusun Krajan B,” tandas Yasin. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Lembaga Survei KedaiKOPI Rilis Riset Soal Kriteria Pemimpin Ideal, Ini Hasilnya

12 Januari 2026 - 14:32 WIB

Kementerian Kebudayaan Gelar Apresiasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

18 Desember 2025 - 12:59 WIB

KPK Masih Usut Soal Penyaluran Dana CSR BI dan OJK

14 Desember 2025 - 14:12 WIB

Trending di Nasional