Menu

Mode Gelap
Rabu, 11 Maret 2026 | 00:24 WIB

Nasional

Jepang Beri Kesempatan Kerja Lulusan SMA/SMK Keperawatan

badge-check


					Kolaborasi antara Disdik Jabar dengan Jepang menggelar  seminar program beasiswa bagi lulusan SMA/SMK. Perbesar

Kolaborasi antara Disdik Jabar dengan Jepang menggelar seminar program beasiswa bagi lulusan SMA/SMK.

Harian Sederhana, Bandung – Upaya menekan angka pengangguran bagi tamatan SMA atau sederajat, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) bekerja sama dengan Sentra Global Edukasi (SGE) Indonesia menggelar “Seminar Program Beasiswa Pendidikan Perawat Lansia Bersertifikat Jepang bagi Siswa Lulusan SMA/SMK Keperawatan” di aula Tikomdik, Jalan Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Selasa (10/9).

Tujuannya, guna menyerap lulusan SMA/SMK keperawatan di Jabar sebagai tenaga perawat lansia di Jepang. Selain itu, untuk memberikan pengetahuan serta membuka paradigma terhadap masyarakat, tenaga pendidik, orang tua, dan siswa mengenai betapa pentingnya melanjutkan pendidikan sebelum bekerja di Negara Sakura.

Melalui konsep “Japan Indonesia Students Net”, program beasiswa pendidikan ini menjadi ikatan kontrak untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja di Jepang.

Kepala Disdik Jabar, Dewi Sartika mengatakan, program ini sangat membantu menurunkan isu pengangguran di Jabar. Selain itu, kerja sama pendidikan dalam konsep program Japan Indonesia Net juga bisa membantu meningkatkan mutu pendidikan dalam penyerapan lulusan SMA dan SMK.

“Ini merupakan kolaborasi untuk menyingkirkan pengangguran di Jabar, terlebih tenaga kerja perawat dibutuhkan untuk bisa merawat para lansia,” ujarnya.

Sementara itu, CEO Sentra Global Edukasi, Rudi Subiyanto mengatakan, terdapat beberapa skema yang harus dilewati oleh siswa. Di antaranya, pendidikan bahasa Jepang selama 1 tahun 6 bulan di Okayama Institute of Languages. Kemudian, dilanjutkan dengan pendidikan akademi careworker selama 2 tahun.

“Juga jaminan pekerjaan selama 3 tahun di beberapa rumah sakit lansia di Jepang sebagai perawat. Selain itu, siswa akan mendapatkan kesempatan bekerja paruh waktu dan mempunyai penghasilan agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya,” tuturnya.

Rudi menyatakan, pengembangan program kerja sama dengan Disdik Jabar sebagai bukti nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menjadi tanggung jawab bersama dan harus dirasakan bersama.

Program ini, tambahnya, didukung dengan fenomena di Jepang yang menurunnya usia produktif, dimana jumlah lansia lebih banyak dibandingkan kaum muda. Sedangkan Jabar unggul dalam jumlah pemuda dan memiliki potensi di bidang tenaga kerja.

Chairman of Okayama Institute of Languange, Hiroko Katayama menyampaikan hal serupa. Ia berharap, pemuda Indonesia bisa terlibat dalam program ini dan didukung dengan kemampuan yang baik.

“Jepang memang kekurangan pemuda. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan tenaga perawat lansia dari Indonesia. Kami berharap, pemuda Indonesia juga bisa mengaplikasikan dengan baik ilmu yang didapatnya nanti,” harap Katayama. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Lembaga Survei KedaiKOPI Rilis Riset Soal Kriteria Pemimpin Ideal, Ini Hasilnya

12 Januari 2026 - 14:32 WIB

Kementerian Kebudayaan Gelar Apresiasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

18 Desember 2025 - 12:59 WIB

KPK Masih Usut Soal Penyaluran Dana CSR BI dan OJK

14 Desember 2025 - 14:12 WIB

Trending di Nasional