Menu

Mode Gelap
Senin, 2 Februari 2026 | 08:31 WIB

Karawang

Karawang Bakal Dilintasi HST/Kereta Cepat Jakarta-Bandung

badge-check


					Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana Perbesar

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana

Harian Sederhana, Karawang – Kementerian Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia menggelar rapat koordinasi proyek High Speed Train (HST) atau kereta cepat Jakarta-Bandung, Rabu (13/11).

Rapat dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI. Hadir dalam acara itu Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana serta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra mengatakan pihaknya akan berupaya melakukan percepatan konstruksi. Saat ini progres konstruksi sudah mencapai 36 persen.

“Lahan kan tinggal sedikit cuma banyak masalah administrasi pengadilan di BPN. Maka kita minta support supaya bisa kita percepat,” ujarnya.

Pihaknya saat ini berfokus pada penyelesaian kendala yang berkaitan dengan pihak luar, seperti pembebasan lahan. Sementara dari sisi internal seperti kesiapan tenaga kerja atau jumlah alat pun akan dilakukan.

“Intinya kendala administrasi kita selesaikan dulu, nanti tinggal jumlah alat, orang bisa ditambahkan. Pokoknya yang tergantung pihak luar kita selesaikan dulu,” jelasnya.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan dalam arahannya menyampaikan akan memberikan semua kemudahan karena ini masuk proyek strategis nasional dan teknologinya dihitung sebagai pionir. Kereta Cepat Jakarta-Bandung sendiri diharapkan akan memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi hanya 46 menit.

“Nantinya, terdapat empat stasiun yang menyokong jalur kereta cepat ini. Yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini, dan Stasiun Tegalalur dengan struktur 13 terowongan,” bebernya.

Sementara itu Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengatakan wilayahnya adalah salah satu kabupaten yang terlintasi jalur HST. Ia mengatakan dalam proses pembangunannya tidak ada hambatan yang serius.

“Hanya saja terkait BPHTB, saya akan memberikan kemudahan agar HST ini dapat segera selesai dan beroperasi,” ungkap Cellica.

Seperti diketahui, salah satu stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung dipastikan berada di Karawang. Stasiun ini berada dalam kawasan transit oriented development (TOD) yang bakal dibangun di Desa Wanakerta dan Desa Wanasari seluas 250 hektar.

Adapun dari luas lahan tersebut, 230 hektar di antaranya merupakan areal pertanian dan sempadan Sungai Ciketing dan Sungai Cibaregbeg di Desa Wanakerta dan Wanasari.

Sementara 20 hektar sisanya adalah lahan sekitar Sungai Cibeet dan permukiman Desa Wanasari. TOD merupakan kawasan terpadu yang menyokong stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung. Di dalamnya terdapat stasiun, area komersial, dan properti. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Proses Pemulangan Dikawal Haji Uma

28 Januari 2026 - 11:52 WIB

Longsor di Cisarua Bandung Barat, Sekitar 20 Rumah Warga Tertimbun

25 Januari 2026 - 15:09 WIB

Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Lembaga Survei KedaiKOPI Rilis Riset Soal Kriteria Pemimpin Ideal, Ini Hasilnya

12 Januari 2026 - 14:32 WIB

Kementerian Kebudayaan Gelar Apresiasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

18 Desember 2025 - 12:59 WIB

KPK Masih Usut Soal Penyaluran Dana CSR BI dan OJK

14 Desember 2025 - 14:12 WIB

Trending di Nasional