Menu

Mode Gelap
Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Bekasi

Kota Bekasi Terapkan Isolasi Kemanusiaan

badge-check


					Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat melakukan inspeksi mendadak di beberapa rumah sakit, yakni, RSUD Chasbullah, RS Mitra Barat dan RS Global. Perbesar

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat melakukan inspeksi mendadak di beberapa rumah sakit, yakni, RSUD Chasbullah, RS Mitra Barat dan RS Global.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pun khawatir hal tersebut bisa berdampak pada makin meluasnya penyebaran virus corona di Bekasi.

“Kita lihat dulu dalam satu atau dua hari nanti perkembangannya seperti apa, apakah dimungkinkan untuk menutup akses warga untuk ke Jakarta, karena kita juga ingin perekonomian kita tetap berjalan lancar,” tuturnya saat siaran langsung di salah satu TV nasional pada Selasa (17/03).

Rahmat Effendi meminta seluruh warganya menghentikan aktivitas pekerjaannya dari Bekasi ke Jakarta, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona di Kota Bekasi.

Kebijakan itu dilakukan jika dalam dua hari ke depan, jumlah pasien corona di Jakarta terus bertambah. Hingga kini, Kota Bekasi masih dalam status siaga. Namun apabila terdapat satu warga Kota Bekasi dinyatakan positif virus corona maka status berubah menjadi bencana non alam.

“Jika sehari, dua hari ini di Jakarta mengalami peningkatan (jumlah kasus corona) yang luar biasa, mohon pekerja yang ada dari Bekasi ke Jakarta, untuk distop, artinya kita lock ke Jakarta. Tapi hal itu tidak kita inginkan karena aktiitas ekonomi harus berjalan, kerja harus berjalan, termasuk di kota Bekasi,” katanya.

“Kita akan berdiskusi dengan Gubernur DKI dan Dinas Kesehatan di sana secara sistemik. Jangan sampai apa yang sudah kita bangun sedemikian rupa, jadi kecolongan karena adanya kelalaian,” tambahnya lagi.

Ketika disinggung apakah wacana mengunci sementara akses pekerja di Bekasi yang ke Jakarta sudah dibicarakan terlebih dahulu dengan pelaku usaha, Rahmat mengatakan upaya itu akan dibicarakan dengan pelaku usaha jika kondisi perkembangan jumlah pasien positif corona di Jakarta kian mengkhawatirkan.

“Kita selalu melaporkan perkembangannya ke Sekretariat Negara serta Provinsi Jabar dan Gubernur Jabar akan melaporkannya ke pemerintahan pusat terkait virus Covid-19, sedangkan koordinasi dengan Provinsi DKI karena memang kita wilayahnya bertetangga selalu komunikasi,” jelasnya.

Sementara Rahmat Effendi yang akrab disapa Bang Pepen menyebutkan perkembangan jumlah pasien suspect di Kota Bekasi bertambah dari 32 menjadi 46. Yang sebelumnya meliputi lima kecamatan sekarang bertambah satu yakni Kecamatan Mustikajaya. Sehingga total menjadi enam kecamatan yang terpapar virus corona. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semangat Berbagi, BRI Bekasi Harapan Indah Gelar Jumat Berkah ke Masyarakat

5 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Munas FSP PPMI SPSI VIII di Solo, Arnod Sihite Aklamasi Jadi Ketua Umum

2 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Respon Politkus Asal Depok Soal Dokter Muda yang Jalani Program Internsip Dokter Indonesia

30 Juli 2026 - 18:59 WIB

dr. M. Zulfikar Drakel Wafat Saat Bertugas, Ini Tanggapan Novi Anggriani

24 Juli 2026 - 08:24 WIB

Aktivis Perempuan Novi Anggriani Gandeng Law Firm Kawal Dugaan Kasus Penipuan

8 Juli 2026 - 18:42 WIB

Trending di Nasional