Menu

Mode Gelap
Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:47 WIB

Depok

Pemotongan Dana Bansos, Kejari Depok Turun Gunung

badge-check


					Usai pengambilkan sumpah Herlangga Wisnu Murdianto, SH MH sebagai kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel). Jajaran Kejari Depok foto bersama. Perbesar

Usai pengambilkan sumpah Herlangga Wisnu Murdianto, SH MH sebagai kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel). Jajaran Kejari Depok foto bersama.

Harian Sederhana, Depok – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok saat ini tengah mempelajari perihal adanya pemotongan dana bantuan sosial (bansos) yang menggegerkan dan meresahkan masyarakat. Kejari Depok pun membenarkan ada laporan yang masuk dari lapisan warga maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) perihal penyunatan dana bansos tersebut.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menuturkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengumpulan data (Puldata) serta pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terkait siapa saja yang terlibat dalam pemotongan dana bansos yang berasal dari APBD Kota Depok ini.

“Kita masih lakukan Puldata dan Pulbaket sebanyak-banyaknya. Kalau nanti sudah cukup baru dilanjutkan ke penyelidikan atas atensi Pak Kajari,” tutur Herlangga kepada wartawan, Selasa (21/04).

Meski begitu, Herlangga enggan menerangkan secara spesifik wilayah mana yang sedang mereka prioritaskan. Ia menyebutkan selain RT dan RW, ada onkum tertentu di lingkungan kelurahan diduga kuat jadi motor penggerak pemotongan bansos itu.

“Ada otaknya dibalik itu, engga murni inisiatif RT maupun RW. Ini yang sedang kami dalami informasinya,” ujarnya.

Herlangga yang pernah menjadi Ajudan Wakil Jaksa Agung ini membenarkan adanya temuan warga yang menjadi korban pemotongan bansos tersebut. Meskipun beberapa warga mengaku sudah mengikhlaskan, dirinya kekeh jika proses hukum harus ditegakkan.

Hal ini lantaran pungutan liar tersebut terjadi saat negara ini dilanda bencana nasional yakni pandemi virus corona atau Covid-19.

“Benar ada pemotongan itu, kami sudah terjun ke lapangan sejak 14 April 2020, sebelum masuknya laporan LSM KAPOK. Apapun motifnya pemotongan itu tidak dibenarkan,” ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pemotongan dana bansos yang berasal dari APBD Kota Depok untuk dibagikan masyarakat selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disunat oleh sejumlah oknum ketua RT di Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar yang disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sosial atau bansos selama diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sumber dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Munas FSP PPMI SPSI VIII di Solo, Arnod Sihite Aklamasi Jadi Ketua Umum

2 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Respon Politkus Asal Depok Soal Dokter Muda yang Jalani Program Internsip Dokter Indonesia

30 Juli 2026 - 18:59 WIB

dr. M. Zulfikar Drakel Wafat Saat Bertugas, Ini Tanggapan Novi Anggriani

24 Juli 2026 - 08:24 WIB

Klinik Ismail Medika Depok Buka Layanan Vaksinasi Internasional: Harganya Terjangkau

23 Juli 2026 - 13:42 WIB

Aktivis Perempuan Novi Anggriani Gandeng Law Firm Kawal Dugaan Kasus Penipuan

8 Juli 2026 - 18:42 WIB

Trending di Nasional